mn148:41.1 Mereka menjadi jemu terhadap telinga, jemu terhadap suara-suara …
mn148:41.2 jemu terhadap hidung, jemu terhadap bau-bauan …
mn148:41.3 jemu terhadap lidah, jemu terhadap rasa-rasa …
mn148:41.4 jemu terhadap badan, jemu terhadap sentuhan-sentuhan …
mn148:41.5 pikiran, gagasan, kesadaran pikiran, kontak pikiran, perasaan, dan ketagihan.
mn148:41.6 Dengan kejemuan, nafsu menjadi padam. Dengan padamnya nafsu, ia terbebaskan. Ketika terbebaskan, timbul pengetahuan bahwa ia telah terbebaskan.
mn148:41.7 Ia memahami: ‘Kelahiran telah berakhir, kehidupan suci telah dijalani, apa yang harus dilakukan telah dilakukan, tidak ada lagi yang tersisa untuk kehidupan ini.’”
mn148:41.8 Demikianlah Sang Bhagavā bersabda.
mn148:41.9 Dengan gembira, para bhikkhu itu menyetujui sabda Sang Bhagavā.
mn148:41.10 Dan ketika khotbah ini sedang disampaikan, pikiran enam puluh bhikkhu terbebaskan dari kekotoran batin tanpa melekat.
mn148:41.11 Selesailah Chachakkasutta, yang keenam.