
Channa
Channa menjadi tokoh yang sakit, Sāriputta dan Mahācunda menasihati, sementara Buddha memberi penilaian akhir.
Khotbah tentang Nasihat kepada Channa

Channovāda Sutta berisi nasihat kepada Bhikkhu Channa yang sedang sakit keras.

Channa menjadi tokoh yang sakit, Sāriputta dan Mahācunda menasihati, sementara Buddha memberi penilaian akhir.

Channa menjadi tokoh yang sakit, Sāriputta dan Mahācunda menasihati, sementara Buddha memberi penilaian akhir.

Channa menjadi tokoh yang sakit, Sāriputta dan Mahācunda menasihati, sementara Buddha memberi penilaian akhir.

Channa menjadi tokoh yang sakit, Sāriputta dan Mahācunda menasihati, sementara Buddha memberi penilaian akhir.
Latar sutta berada di wilayah Rājagaha.
Sutta ini mengajak pembaca membedakan sakit jasmani, keadaan batin, dan penilaian moral yang hati-hati.
Bhikkhu Channa sedang sakit parah ketika Sāriputta dan Mahācunda datang menjenguk. Channa mengatakan rasa sakitnya sangat berat dan ia berniat menggunakan pisau. Sāriputta memeriksa keadaannya dan menawarkan bantuan, sedangkan percakapan Dhamma menelusuri enam indra serta hubungan antara kemelekatan, keguncangan dan pembebasan. Setelah kedua bhikkhu pergi, Channa menggunakan pisau. Sāriputta kemudian bertanya kepada Buddha tentang nasibnya, dan Buddha menjelaskan pernyataan 'tanpa cela' dalam konteks khusus keadaan batin Channa; bagian ini menggambarkan penilaian terhadap pembebasan Channa, bukan aturan umum yang membenarkan tindakan mengakhiri hidup.
mn144:11.1 When he said this, Venerable Mahācunda said to Venerable Channa:
mn144:11.2 “So, Reverend Channa, you should regularly apply your mind to this instruction of the Buddha:
mn144:11.3 ‘For the dependent there is quivering. For the independent there’s no quivering.
mn144:11.4 When there’s no quivering, there is tranquility.
mn144:11.5 When there is tranquility, there’s no inclination.
mn144:11.6 When there’s no inclination, there’s no coming and going.
mn144:11.7 When there’s no coming and going, there’s no passing away and reappearing.
mn144:11.8 When there’s no passing away and reappearing, there’s no this life or the next or between the two.
mn144:11.9 Just this is the end of suffering.’”
mn144:11.10 And when the venerables Sāriputta and Mahācunda had given Venerable Channa this advice they rose from their seats and left.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.