‹
MN 139

Araṇavibhaṅgasutta

Khotbah tentang Analisis Tanpa Pertikaian

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

Ilustrasi pendamping Majjhima Nikāya MN 139, dengan Bunbun dan kucingnya sebagai saksi
KENALI DUNIA MN 139

Tokoh, tempat, dan gagasan utamanya

Araṇavibhaṅga Sutta mengajarkan cara hidup dan berbicara tanpa konflik.

Potret Buddha
TOKOH

Buddha

Buddha menasihati para bhikkhu agar ajaran dan perilaku mereka tidak menimbulkan pertengkaran.

TOKOH

Para bhikkhu

Buddha menasihati para bhikkhu agar ajaran dan perilaku mereka tidak menimbulkan pertengkaran.

TEMPAT

Sāvatthī

Latar sutta berada di lingkungan komunitas latihan.

GAGASAN

Dhamma tanpa pertikaian

Kebenaran perlu disampaikan dengan ucapan yang tepat dan tidak memecah.

Visual pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

Sinopsis singkat

Buddha mengajarkan cara menjalani dan menyampaikan Dhamma tanpa menciptakan konflik. Ia menolak dua ekstrem kenikmatan indria dan penyiksaan diri, lalu membahas bagaimana pujian, kritik dan pengajaran dapat disampaikan tanpa diam-diam meninggikan diri atau menyerang orang lain. Bahkan istilah dan bahasa setempat tidak perlu dijadikan sumber pertengkaran; maksud dapat disampaikan tanpa bersikeras bahwa hanya satu sebutan yang benar. Uraian itu menjadikan kedamaian bukan sikap pasif, melainkan kecakapan berbicara dan bertindak tegas tanpa menambah permusuhan.

mn139:9.1 ‘Know how to evaluate different kinds of pleasure.

mn139:9.2 Knowing this, pursue inner pleasure.’

mn139:9.3 That’s what I said, but why did I say it?

mn139:9.4 There are these five kinds of sensual stimulation.

mn139:9.6 Sights known by the eye, which are likable, desirable, agreeable, pleasant, sensual, and arousing.

mn139:9.10 Touches known by the body, which are likable, desirable, agreeable, pleasant, sensual, and arousing.

mn139:9.11 These are the five kinds of sensual stimulation.

mn139:9.12 The pleasure and happiness that arise from these five kinds of sensual stimulation is called sensual pleasure—a filthy, common, ignoble pleasure.

mn139:9.13 Such pleasure should not be cultivated or developed, but should be feared, I say.

mn139:9.14 Now, take a mendicant who, quite secluded from sensual pleasures, secluded from unskillful qualities, enters and remains in the first absorption, which has the rapture and bliss born of seclusion, while placing the mind and keeping it connected.

mn139:9.15 As the placing of the mind and keeping it connected are stilled, they enter and remain in the second absorption …

mn139:9.18 This is called the pleasure of renunciation, the pleasure of seclusion, the pleasure of peace, the pleasure of awakening.

mn139:9.19 Such pleasure should be cultivated and developed, and should not be feared, I say.

mn139:9.20 ‘Know how to evaluate different kinds of pleasure.

mn139:9.21 Knowing this, pursue inner pleasure.’

mn139:9.22 That’s what I said, and this is why I said it.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.