
Buddha
Buddha menasihati para bhikkhu agar ajaran dan perilaku mereka tidak menimbulkan pertengkaran.
Khotbah tentang Analisis Tanpa Pertikaian

Araṇavibhaṅga Sutta mengajarkan cara hidup dan berbicara tanpa konflik.

Buddha menasihati para bhikkhu agar ajaran dan perilaku mereka tidak menimbulkan pertengkaran.
Buddha menasihati para bhikkhu agar ajaran dan perilaku mereka tidak menimbulkan pertengkaran.
Latar sutta berada di lingkungan komunitas latihan.
Kebenaran perlu disampaikan dengan ucapan yang tepat dan tidak memecah.
Buddha mengajarkan cara menjalani dan menyampaikan Dhamma tanpa menciptakan konflik. Ia menolak dua ekstrem kenikmatan indria dan penyiksaan diri, lalu membahas bagaimana pujian, kritik dan pengajaran dapat disampaikan tanpa diam-diam meninggikan diri atau menyerang orang lain. Bahkan istilah dan bahasa setempat tidak perlu dijadikan sumber pertengkaran; maksud dapat disampaikan tanpa bersikeras bahwa hanya satu sebutan yang benar. Uraian itu menjadikan kedamaian bukan sikap pasif, melainkan kecakapan berbicara dan bertindak tegas tanpa menambah permusuhan.
mn139:4.1 ‘Don’t indulge in sensual pleasure, which is low, crude, ordinary, ignoble, and pointless. And don’t indulge in self-mortification, which is painful, ignoble, and pointless.’
mn139:4.2 That’s what I said, but why did I say it?
mn139:4.3 Indulging in the happiness of the pleasure linked to sensuality is low, crude, ordinary, ignoble, and pointless. It is a principle beset by pain, harm, stress, and fever, and it is the wrong way.
mn139:4.4 Breaking off such indulgence is a principle free of pain, harm, stress, and fever, and it is the right way.
mn139:4.5 Indulging in self-mortification is painful, ignoble, and pointless. It is a principle beset by pain, harm, stress, and fever, and it is the wrong way.
mn139:4.6 Breaking off such indulgence is a principle free of pain, harm, stress, and fever, and it is the right way.
mn139:4.7 ‘Don’t indulge in sensual pleasure, which is low, crude, ordinary, ignoble, and pointless. And don’t indulge in self-mortification, which is painful, ignoble, and pointless.’
mn139:4.8 That’s what I said, and this is why I said it.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.