‹
MN 137

Saḷāyatanavibhaṅgasutta

Khotbah tentang Analisis Enam Landasan Indra

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

Ilustrasi pendamping Majjhima Nikāya MN 137, dengan Bunbun dan kucingnya sebagai saksi
KENALI DUNIA MN 137

Tokoh, tempat, dan gagasan utamanya

Saḷāyatanavibhaṅga Sutta menguraikan enam landasan indra dan cara batin bereaksi terhadap pengalaman.

Potret Buddha
TOKOH

Buddha

Buddha membimbing para bhikkhu melihat pengalaman indra dengan rinci.

TOKOH

Para bhikkhu

Buddha membimbing para bhikkhu melihat pengalaman indra dengan rinci.

TEMPAT

Sāvatthī

Pembabaran berlangsung dalam lingkungan latihan.

GAGASAN

Indra sebagai pintu latihan

Pengalaman indra dapat mengikat bila disalahpahami, tetapi dapat membebaskan bila dilihat dengan kebijaksanaan.

Visual pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

Sinopsis singkat

Buddha membedah pengalaman melalui enam landasan indra dan berbagai jenis kegembiraan, kesedihan serta keseimbangan yang muncul darinya. Beliau membedakan emosi yang masih terikat pada kehidupan rumah tangga dari kualitas yang lahir dari pelepasan, lalu menunjukkan bagaimana keadaan yang lebih kasar dapat digunakan untuk bergerak menuju yang lebih halus. Uraian akhirnya sampai pada seorang yang telah terlatih dan mampu menghadapi objek menyenangkan maupun tidak menyenangkan tanpa dikuasai reaksi lama. Enam indra dengan demikian menjadi tempat membaca bagaimana emosi muncul dan bagaimana latihan mengubah hubungan seseorang dengannya.

mn137:13.1 And in this context what are the six kinds of renunciate sadness?

mn137:13.2 When you’ve understood the impermanence of sights—their perishing, fading away, and cessation—you truly understand through right understanding that both formerly and now all those sights are impermanent, suffering, and perishable. Upon seeing this, you give rise to longing for the supreme liberations:

mn137:13.3 ‘Oh, when will I enter and remain in the same dimension that the noble ones enter and remain in today?’ When you give rise to longing for the supreme liberations like this, sadness arises because of the longing.

mn137:13.4 Such sadness is called renunciate sadness.

mn137:13.5 When you’ve understood the impermanence of sounds …

mn137:13.9 ideas—their perishing, fading away, and cessation—you truly understand through right understanding that both formerly and now all those ideas are impermanent, suffering, and perishable. Upon seeing this, you give rise to longing for the supreme liberations:

mn137:13.10 ‘Oh, when will I enter and remain in the same dimension that the noble ones enter and remain in today?’ When you give rise to longing for the supreme liberations like this, sadness arises because of the longing.

mn137:13.11 Such sadness is called renunciate sadness.

mn137:13.12 These are the six kinds of renunciate sadness.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.