
Buddha
Buddha membimbing para bhikkhu melihat pengalaman indra dengan rinci.
Khotbah tentang Analisis Enam Landasan Indra

Saḷāyatanavibhaṅga Sutta menguraikan enam landasan indra dan cara batin bereaksi terhadap pengalaman.

Buddha membimbing para bhikkhu melihat pengalaman indra dengan rinci.
Buddha membimbing para bhikkhu melihat pengalaman indra dengan rinci.
Pembabaran berlangsung dalam lingkungan latihan.
Pengalaman indra dapat mengikat bila disalahpahami, tetapi dapat membebaskan bila dilihat dengan kebijaksanaan.
Buddha membedah pengalaman melalui enam landasan indra dan berbagai jenis kegembiraan, kesedihan serta keseimbangan yang muncul darinya. Beliau membedakan emosi yang masih terikat pada kehidupan rumah tangga dari kualitas yang lahir dari pelepasan, lalu menunjukkan bagaimana keadaan yang lebih kasar dapat digunakan untuk bergerak menuju yang lebih halus. Uraian akhirnya sampai pada seorang yang telah terlatih dan mampu menghadapi objek menyenangkan maupun tidak menyenangkan tanpa dikuasai reaksi lama. Enam indra dengan demikian menjadi tempat membaca bagaimana emosi muncul dan bagaimana latihan mengubah hubungan seseorang dengannya.
mn137:13.1 And in this context what are the six kinds of renunciate sadness?
mn137:13.2 When you’ve understood the impermanence of sights—their perishing, fading away, and cessation—you truly understand through right understanding that both formerly and now all those sights are impermanent, suffering, and perishable. Upon seeing this, you give rise to longing for the supreme liberations:
mn137:13.3 ‘Oh, when will I enter and remain in the same dimension that the noble ones enter and remain in today?’ When you give rise to longing for the supreme liberations like this, sadness arises because of the longing.
mn137:13.4 Such sadness is called renunciate sadness.
mn137:13.5 When you’ve understood the impermanence of sounds …
mn137:13.6 smells …
mn137:13.7 tastes …
mn137:13.8 touches …
mn137:13.9 ideas—their perishing, fading away, and cessation—you truly understand through right understanding that both formerly and now all those ideas are impermanent, suffering, and perishable. Upon seeing this, you give rise to longing for the supreme liberations:
mn137:13.10 ‘Oh, when will I enter and remain in the same dimension that the noble ones enter and remain in today?’ When you give rise to longing for the supreme liberations like this, sadness arises because of the longing.
mn137:13.11 Such sadness is called renunciate sadness.
mn137:13.12 These are the six kinds of renunciate sadness.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.