
Buddha
Percakapan bermula dari Samiddhi dan berkembang menjadi penjelasan Buddha kepada Ānanda.
Khotbah tentang Analisis Perbuatan yang Lebih Panjang

Mahākammavibhaṅga Sutta memperdalam pembahasan kamma dan mengingatkan bahwa akibat perbuatan tidak selalu tampak sederhana.

Percakapan bermula dari Samiddhi dan berkembang menjadi penjelasan Buddha kepada Ānanda.

Percakapan bermula dari Samiddhi dan berkembang menjadi penjelasan Buddha kepada Ānanda.
Percakapan bermula dari Samiddhi dan berkembang menjadi penjelasan Buddha kepada Ānanda.
Latar sutta berada di wilayah Rājagaha.
Kamma perlu dipahami dengan hati-hati karena hasil perbuatan dapat matang dalam cara dan waktu berbeda.
mn136:2.1 Pada saat itu, Yang Mulia Samiddhi sedang menetap di sebuah gubuk di hutan.
mn136:2.2 Kemudian pengembara Potaliputta, sambil berjalan mondar-mandir untuk berolahraga, mendatangi Yang Mulia Samiddhi; setelah mendekat, ia bertukar salam dengan Yang Mulia Samiddhi.
mn136:2.3 Setelah berbincang-bincang dengan ramah dan bersahabat, ia duduk di satu sisi. Setelah duduk di satu sisi, pengembara Potaliputta berkata kepada Yang Mulia Samiddhi:
mn136:2.4 “Sahabat Samiddhi, aku telah mendengar langsung dari pertapa Gotama, telah kuterima langsung dari beliau:
mn136:2.5 ‘Perbuatan melalui jasmani adalah sia-sia, perbuatan melalui ucapan adalah sia-sia, hanya perbuatan melalui pikiran yang sungguh nyata.’
mn136:2.6 Dan: ‘Ada suatu pencapaian di mana seseorang yang mencapai pencapaian itu tidak merasakan apa pun sama sekali.’”
mn136:2.7 “Jangan berkata demikian, Sahabat Potaliputta, jangan berkata demikian! Jangan memfitnah Sang Bhagavā, karena memfitnah Sang Bhagavā tidaklah baik. Dan Sang Bhagavā tidak akan berkata demikian:
mn136:2.8 ‘Perbuatan melalui jasmani dan ucapan adalah sia-sia. Hanya perbuatan melalui pikiran yang nyata.’
mn136:2.9 ‘Akan tetapi, teman, ada pencapaian yang ketika seseorang memasukinya, ia tidak merasakan apa pun sama sekali.’”
mn136:2.10 “Berapa lama engkau telah meninggalkan keduniawian, āvuso Samiddhi?”
mn136:2.11 “Belum lama, āvuso, tiga tahun.”
mn136:2.12 “Nah, sekarang apa yang harus kami katakan kepada para bhikkhu senior, ketika bahkan seorang bhikkhu muda seperti ini mengira Sang Guru perlu dilindungi?”
mn136:2.13 Setelah melakukan perbuatan yang disengaja melalui tubuh, ucapan, atau pikiran, sahabat Samiddhi, apakah yang ia rasakan?”
mn136:2.14 “Setelah melakukan perbuatan yang disengaja melalui tubuh, ucapan, atau pikiran, sahabat Potaliputta, seseorang merasakan penderitaan.”
mn136:2.15 Kemudian, tanpa menyetujui maupun menolak pernyataan Yang Mulia Samiddhi, Potaliputta
mn136:2.16 setelah tidak menyetujui dan tidak menolaknya, bangkit dari tempat duduknya dan pergi.
Terjemahan Indonesia dibuat dengan bantuan AI oleh Bunbun.