‹
MN 136

Mahākammavibhaṅgasutta

Khotbah tentang Analisis Perbuatan yang Lebih Panjang

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

Ilustrasi pendamping Majjhima Nikāya MN 136, dengan Bunbun dan kucingnya sebagai saksi
KENALI DUNIA MN 136

Tokoh, tempat, dan gagasan utamanya

Mahākammavibhaṅga Sutta memperdalam pembahasan kamma dan mengingatkan bahwa akibat perbuatan tidak selalu tampak sederhana.

Potret Buddha
TOKOH

Buddha

Percakapan bermula dari Samiddhi dan berkembang menjadi penjelasan Buddha kepada Ānanda.

Potret Ānanda
TOKOH

Ānanda

Percakapan bermula dari Samiddhi dan berkembang menjadi penjelasan Buddha kepada Ānanda.

TOKOH

Samiddhi

Percakapan bermula dari Samiddhi dan berkembang menjadi penjelasan Buddha kepada Ānanda.

TEMPAT

Rājagaha

Latar sutta berada di wilayah Rājagaha.

GAGASAN

Jangan menyederhanakan kamma

Kamma perlu dipahami dengan hati-hati karena hasil perbuatan dapat matang dalam cara dan waktu berbeda.

Visual pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

Sinopsis singkat

Persoalan kamma bermula dari percakapan pengembara Potaliputta dengan Bhikkhu Samiddhi dan akhirnya dibawa kepada Buddha. Buddha menunjukkan bahaya membuat kesimpulan terlalu cepat tentang hubungan perbuatan dan hasil kelahiran kembali. Seseorang dapat melakukan perbuatan buruk tetapi tampak menuju keadaan baik, atau melakukan perbuatan baik tetapi tampak mengalami hasil buruk, karena satu kasus tidak memperlihatkan seluruh rangkaian kamma yang telah dibuat dan waktu kematangannya. Dengan menguraikan beberapa kemungkinan tindakan, pandangan menjelang kematian dan hasil kelahiran kembali, Buddha menolak generalisasi sederhana tanpa menyangkal bekerjanya kamma.

mn136:9.1 Now, some ascetic or brahmin—by dint of keen, resolute, committed, and diligent effort, and right application of mind—experiences an immersion of the heart of such a kind that it gives rise to clairvoyance that is purified and superhuman. With that clairvoyance they see that individual

mn136:9.2 here who killed living creatures, stole, and committed sexual misconduct; who used speech that’s false, backbiting, harsh, or nonsensical; and who was covetous, malicious, and had wrong view. And they see that, when their body breaks up, after death, they are reborn in a place of loss, a bad place, the underworld, hell.

mn136:9.4 ‘It seems, worthy sir, that there is such a thing as bad deeds, and the result of bad conduct.

mn136:9.5 For I have seen a individual here who killed living creatures … and had wrong view. And when their body broke up, after death, they were reborn in a place of loss, a bad place, the underworld, hell.’

mn136:9.7 ‘It seems that everyone who kills living creatures … and has wrong view is reborn in hell.

mn136:9.8 Those whose notion is this have the right notion. Those whose notion is otherwise have a wrong notion.’

mn136:9.9 And so they obstinately stick to what they have known, seen, and understood for themselves, insisting that: ‘This is the only truth, anything else is futile.’

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.