
Mahākaccāna
Mahākaccāna menjadi pengurai utama bagi para bhikkhu.
Mahākaccāna dan Satu Malam yang Baik

Mahākaccānabhaddekaratta Sutta memperlihatkan Mahākaccāna menguraikan ajaran singkat Buddha secara lebih luas.

Mahākaccāna menjadi pengurai utama bagi para bhikkhu.
Mahākaccāna menjadi pengurai utama bagi para bhikkhu.
Latar sutta berhubungan dengan suasana latihan dan dialog Dhamma di wilayah Rājagaha.
Batin melekat karena menempel pada pengalaman indra; latihan mengajarkan cara melihatnya dengan bebas.
Bhikkhu Samiddhi didatangi sesosok dewa yang menanyakan apakah ia mengetahui ajaran 'Satu Malam yang Baik'. Karena belum mengetahuinya, Samiddhi menemui Buddha dan menerima syair ringkas tentang masa lalu, masa depan dan keadaan sekarang. Buddha pergi tanpa uraian panjang, sehingga para bhikkhu meminta Mahākaccāna menjelaskan maksudnya. Mahākaccāna membedah ajaran melalui enam indra dan objeknya, menunjukkan bagaimana batin melekat pada pengalaman dalam tiga waktu. Ketika penjelasan itu dilaporkan kembali, Buddha membenarkan uraian Mahākaccāna.
mn133:15.1 And how do you anticipate the future?
mn133:15.2 The heart is set on getting what it does not have, thinking: ‘May I have such eyes and such sights in the future.’
mn133:15.3 So you take pleasure in that, and that’s when you anticipate the future.
mn133:15.4 The heart is set on getting what it does not have, thinking: ‘May I have such ears and such sounds …
mn133:15.5 such a nose and such smells …
mn133:15.6 such a tongue and such tastes …
mn133:15.7 such a body and such touches …
mn133:15.8 such a mind and such ideas in the future.’
mn133:15.9 So you take pleasure in that, and that’s when you anticipate the future.
mn133:15.10 That’s how you anticipate the future.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.