
Buddha
Buddha mengajarkan para bhikkhu cara melihat hidup hari ini tanpa terseret ingatan dan harapan.
Khotbah tentang Satu Malam yang Baik

Bhaddekaratta Sutta mengajak pembaca tidak terjebak masa lalu, tidak mengejar masa depan, dan melihat pengalaman saat ini dengan jernih.

Buddha mengajarkan para bhikkhu cara melihat hidup hari ini tanpa terseret ingatan dan harapan.
Buddha mengajarkan para bhikkhu cara melihat hidup hari ini tanpa terseret ingatan dan harapan.
Latar pembabaran berada di sekitar Sāvatthī.
Kebijaksanaan muncul ketika seseorang melihat pengalaman saat ini apa adanya.
Buddha membabarkan syair tentang tidak mengejar masa lalu, tidak menggantungkan harapan pada masa depan, dan melihat dengan jernih apa yang sedang hadir sekarang. Beliau lalu menjelaskan maksudnya melalui lima kelompok pengalaman: bentuk, perasaan, persepsi, bentukan dan kesadaran. Mengejar masa lalu berarti melekat pada pengalaman yang sudah berlalu; mengharapkan masa depan berarti membangun kesenangan pada pengalaman yang belum muncul; terguncang oleh masa kini berarti menjadikan pengalaman sekarang sebagai 'aku' atau 'milikku'. Hari yang baik adalah hari ketika pengalaman diketahui tanpa membangun kemelekatan padanya.
mn131:3.1 “Don’t run back to the past,
mn131:3.2 don’t anticipate the future.
mn131:3.3 What’s past is left behind,
mn131:3.4 the future has not arrived;
mn131:3.5 and any present phenomenon
mn131:3.6 you clearly discern in every case.
mn131:3.7 The unfaltering, the unshakable:
mn131:3.8 having known that, foster it.
mn131:3.9 Today’s the day to keenly work—
mn131:3.10 who knows, tomorrow may bring death!
mn131:3.11 For there is no bargain to be struck
mn131:3.12 with Death and his mighty horde.
mn131:3.13 One who keenly meditates like this,
mn131:3.14 tireless all night and day:
mn131:3.15 that’s who has one fine night—
mn131:3.16 so declares the peaceful sage.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.