
Buddha
Buddha mengajar para bhikkhu agar melihat konsekuensi moral dengan jelas dan tidak meremehkan akibat perbuatan.
Khotbah tentang Orang Bodoh dan Orang Bijaksana

Bālapaṇḍita Sutta membandingkan orang bodoh dan orang bijaksana. Dengan gambaran yang kuat, sutta ini mengingatkan bahwa pilihan hidup membentuk arah penderitaan atau kebahagiaan.

Buddha mengajar para bhikkhu agar melihat konsekuensi moral dengan jelas dan tidak meremehkan akibat perbuatan.
Buddha mengajar para bhikkhu agar melihat konsekuensi moral dengan jelas dan tidak meremehkan akibat perbuatan.
Latar pembabaran berada di Sāvatthī, tempat banyak ajaran tentang kamma dan latihan moral disampaikan.
Kebodohan membawa penderitaan karena salah melihat akibat, sedangkan kebijaksanaan memilih jalan yang membawa keselamatan.
Buddha membandingkan orang bodoh dan orang bijaksana melalui pikiran, ucapan dan tindakan mereka. Orang bodoh sudah menuai tekanan dalam kehidupan sekarang melalui ketakutan, hukuman dan penyesalan, lalu menghadapi akibat yang lebih berat setelah kematian; Buddha menggambarkan keadaan sengsara dengan perumpamaan yang keras untuk menekankan seriusnya perbuatan buruk. Orang bijaksana menjalani arah sebaliknya dan memperoleh ketenangan serta tujuan yang baik. Bahkan kemegahan seorang raja pemutar roda dipakai hanya sebagai pembanding untuk menunjukkan betapa besar buah dari kehidupan yang diarahkan dengan kebijaksanaan.
mn129:24.1 Seyyathāpi, bhikkhave, puriso ekacchiggalaṁ yugaṁ mahāsamudde pakkhipeyya.
mn129:24.2 Tamenaṁ puratthimo vāto pacchimena saṁhareyya, pacchimo vāto puratthimena saṁhareyya, uttaro vāto dakkhiṇena saṁhareyya, dakkhiṇo vāto uttarena saṁhareyya.
mn129:24.3 Tatrāssa kāṇo kacchapo, so vassasatassa vassasatassa accayena sakiṁ ummujjeyya.
mn129:24.4 Taṁ kiṁ maññatha, bhikkhave,
mn129:24.5 api nu so kāṇo kacchapo amusmiṁ ekacchiggale yuge gīvaṁ paveseyyā”ti?
mn129:24.6 “No hetaṁ, bhante”.
mn129:24.7 “Yadi pana, bhante, kadāci karahaci dīghassa addhuno accayenā”ti.
mn129:24.8 “Khippataraṁ kho so, bhikkhave, kāṇo kacchapo amusmiṁ ekacchiggale yuge gīvaṁ paveseyya, ato dullabhatarāhaṁ, bhikkhave, manussattaṁ vadāmi sakiṁ vinipātagatena bālena.
mn129:24.9 Taṁ kissa hetu?
mn129:24.10 Na hettha, bhikkhave, atthi dhammacariyā samacariyā kusalakiriyā puññakiriyā.
mn129:24.11 Aññamaññakhādikā ettha, bhikkhave, vattati dubbalakhādikā.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.