
Buddha
Buddha mengajar para bhikkhu agar melihat konsekuensi moral dengan jelas dan tidak meremehkan akibat perbuatan.
Khotbah tentang Orang Bodoh dan Orang Bijaksana

Bālapaṇḍita Sutta membandingkan orang bodoh dan orang bijaksana. Dengan gambaran yang kuat, sutta ini mengingatkan bahwa pilihan hidup membentuk arah penderitaan atau kebahagiaan.

Buddha mengajar para bhikkhu agar melihat konsekuensi moral dengan jelas dan tidak meremehkan akibat perbuatan.
Buddha mengajar para bhikkhu agar melihat konsekuensi moral dengan jelas dan tidak meremehkan akibat perbuatan.
Latar pembabaran berada di Sāvatthī, tempat banyak ajaran tentang kamma dan latihan moral disampaikan.
Kebodohan membawa penderitaan karena salah melihat akibat, sedangkan kebijaksanaan memilih jalan yang membawa keselamatan.
Puna caparaṁ, bhikkhave, rājā cakkavattī appābādho hoti appātaṅko samavepākiniyā gahaṇiyā samannāgato nātisītāya nāccuṇhāya ativiya aññehi manussehi.
Selanjutnya, para bhikkhu, raja pemutar roda jarang sakit, jarang menderita, memiliki pencernaan yang seimbang, tidak terlalu dingin maupun terlalu panas, jauh melebihi manusia lainnya.
Rājā, bhikkhave, cakkavattī imāya tatiyāya iddhiyā samannāgato hoti.
Ini adalah kekuatan batin yang ketiga, para bhikkhu, yang dimiliki oleh raja pemutar roda.
Terjemahan Indonesia dibuat dengan bantuan AI oleh Bunbun.