
Buddha
Buddha mengajar para bhikkhu agar melihat konsekuensi moral dengan jelas dan tidak meremehkan akibat perbuatan.
Khotbah tentang Orang Bodoh dan Orang Bijaksana

Bālapaṇḍita Sutta membandingkan orang bodoh dan orang bijaksana. Dengan gambaran yang kuat, sutta ini mengingatkan bahwa pilihan hidup membentuk arah penderitaan atau kebahagiaan.

Buddha mengajar para bhikkhu agar melihat konsekuensi moral dengan jelas dan tidak meremehkan akibat perbuatan.
Buddha mengajar para bhikkhu agar melihat konsekuensi moral dengan jelas dan tidak meremehkan akibat perbuatan.
Latar pembabaran berada di Sāvatthī, tempat banyak ajaran tentang kamma dan latihan moral disampaikan.
Kebodohan membawa penderitaan karena salah melihat akibat, sedangkan kebijaksanaan memilih jalan yang membawa keselamatan.
Katamāhi catūhi iddhīhi?
Dan apakah empat kekuatan batin itu?
Idha, bhikkhave, rājā cakkavattī abhirūpo hoti dassanīyo pāsādiko paramāya vaṇṇapokkharatāya samannāgato ativiya aññehi manussehi.
Di sini, para bhikkhu, raja pemutar roda itu rupawan, menarik untuk dilihat, menenteramkan hati, memiliki kecantikan yang paling sempurna, jauh melampaui manusia lainnya.
Rājā, bhikkhave, cakkavattī imāya paṭhamāya iddhiyā samannāgato hoti.
Ini adalah kekuatan batin yang pertama, para bhikkhu, yang dimiliki oleh raja pemutar roda.
Terjemahan Indonesia dibuat dengan bantuan AI oleh Bunbun.