Selanjutnya, para bhikkhu, ketika seorang bijaksana sedang beristirahat di kursi, di tempat tidur, atau berbaring di tanah, perbuatan-perbuatan baiknya yang telah dilakukan di masa lampau—perilaku baik melalui tubuh, ucapan, dan pikiran—akan menyelimutinya, menaunginya, dan menimpanya.
demikian pula, para bhikkhu, ketika seorang bijaksana sedang beristirahat di kursi, di tempat tidur, atau berbaring di tanah, perbuatan-perbuatan baiknya yang telah dilakukan di masa lampau—perilaku baik melalui tubuh, ucapan, dan pikiran—akan menyelimutinya, menaunginya, dan menimpanya.
‘Sejauh apa pun, Tuan, tujuan mereka yang tidak melakukan kejahatan, tidak melakukan kekejaman, tidak melakukan perbuatan tercela, yang telah melakukan perbuatan baik, perbuatan bermanfaat, yang telah melakukan perbuatan yang menjadi perlindungan dari ketakutan—ke tujuan itulah aku akan pergi setelah kematian.’