mn129:8.1 “Mungkin saja, para bhikkhu,” kata Sang Bhagavā.
mn129:8.2 “Misalkan, para bhikkhu, mereka menangkap seorang pencuri yang melakukan kejahatan dan membawanya menghadap raja, sambil berkata:
mn129:8.3 ‘Yang Mulia, ini adalah seorang penjahat, seorang pelaku kejahatan. Jatuhkanlah hukuman apa pun yang Tuanku kehendaki.’
mn129:8.4 Sang raja akan berkata,
mn129:8.5 ‘Pergilah, hai para hamba, dan hantamlah orang ini pada pagi hari dengan seratus tombak!’
mn129:8.6 Maka para hamba raja pun menghantamnya pada pagi hari dengan seratus tombak.
mn129:8.7 Kemudian pada tengah hari sang raja akan berkata,
mn129:8.8 ‘Hai, bagaimana keadaan orang itu?’
mn129:8.9 ‘Masih hidup, Yang Mulia.’
mn129:8.10 Sang raja akan berkata,
mn129:8.11 ‘Pergilah, hai para hamba, dan hantamlah orang itu pada tengah hari dengan seratus tombak!’
mn129:8.12 Maka para hamba raja pun menghantamnya pada tengah hari dengan seratus tombak.
mn129:8.13 Kemudian pada sore hari raja akan berkata,
mn129:8.14 ‘Hai, bagaimana keadaan orang itu?’
mn129:8.15 ‘Ia masih hidup, Baginda.’
mn129:8.16 Raja akan berkata,
mn129:8.17 ‘Pergilah, hai para pengawal, dan tikamlah orang itu pada sore hari dengan seratus tombak!’
mn129:8.18 Para pengawal raja melakukan apa yang diperintahkan.
mn129:8.19 Bagaimana menurut kalian, para bhikkhu?
mn129:8.20 Apakah orang itu, ketika ditusuk dengan tiga ratus tombak, akan merasakan sakit dan penderitaan batin yang timbul dari hal itu?”
mn129:8.21 “Yang Mulia, bahkan jika ditusuk dengan satu tombak saja, orang itu akan merasakan sakit dan penderitaan batin yang timbul dari hal itu, apalagi dengan tiga ratus tombak!”