
Buddha
Buddha mengajar para bhikkhu agar melihat konsekuensi moral dengan jelas dan tidak meremehkan akibat perbuatan.
Khotbah tentang Orang Bodoh dan Orang Bijaksana

Bālapaṇḍita Sutta membandingkan orang bodoh dan orang bijaksana. Dengan gambaran yang kuat, sutta ini mengingatkan bahwa pilihan hidup membentuk arah penderitaan atau kebahagiaan.

Buddha mengajar para bhikkhu agar melihat konsekuensi moral dengan jelas dan tidak meremehkan akibat perbuatan.
Buddha mengajar para bhikkhu agar melihat konsekuensi moral dengan jelas dan tidak meremehkan akibat perbuatan.
Latar pembabaran berada di Sāvatthī, tempat banyak ajaran tentang kamma dan latihan moral disampaikan.
Kebodohan membawa penderitaan karena salah melihat akibat, sedangkan kebijaksanaan memilih jalan yang membawa keselamatan.
mn129:46.1 Para bhikkhu, bagaimana menurut kalian?
mn129:46.2 Apakah seorang raja pemutar roda yang memiliki tujuh permata dan empat kekuatan batin ini akan merasakan kebahagiaan dan kegembiraan karena hal-hal tersebut?”
mn129:46.3 “Yang Mulia, seorang raja pemutar roda yang memiliki bahkan satu pun dari permata-permata ini akan merasakan kebahagiaan dan kegembiraan karenanya, apalagi memiliki ketujuh permata dan empat keberhasilan itu!”
Terjemahan Indonesia dibuat dengan bantuan AI oleh Bunbun.