MN 129

Bālapaṇḍitasutta

Khotbah tentang Orang Bodoh dan Orang Bijaksana

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

Ilustrasi pendamping Majjhima Nikāya MN 129, dengan Bunbun dan kucingnya sebagai saksi
KENALI DUNIA MN 129

Tokoh, tempat, dan gagasan utamanya

Bālapaṇḍita Sutta membandingkan orang bodoh dan orang bijaksana. Dengan gambaran yang kuat, sutta ini mengingatkan bahwa pilihan hidup membentuk arah penderitaan atau kebahagiaan.

Potret Buddha
TOKOH

Buddha

Buddha mengajar para bhikkhu agar melihat konsekuensi moral dengan jelas dan tidak meremehkan akibat perbuatan.

TOKOH

Para bhikkhu

Buddha mengajar para bhikkhu agar melihat konsekuensi moral dengan jelas dan tidak meremehkan akibat perbuatan.

TEMPAT

Sāvatthī

Latar pembabaran berada di Sāvatthī, tempat banyak ajaran tentang kamma dan latihan moral disampaikan.

GAGASAN

Pilihan menentukan arah hidup

Kebodohan membawa penderitaan karena salah melihat akibat, sedangkan kebijaksanaan memilih jalan yang membawa keselamatan.

Visual pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

mn129:45.1 Selanjutnya, para bhikkhu, seorang raja pemutar roda adalah disayangi dan disenangi oleh para brahmana dan perumah tangga.

mn129:45.2 Seperti halnya, para bhikkhu, seorang ayah disayangi dan disenangi oleh anak-anaknya;

mn129:45.3 demikian pula, para bhikkhu, seorang raja pemutar roda adalah disayangi dan disenangi oleh para brahmana dan perumah tangga.

mn129:45.4 Dan para brahmana dan perumah tangga juga disayangi dan disenangi oleh raja pemutar roda.

mn129:45.5 Seperti halnya, para bhikkhu, anak-anak disayangi dan disenangi oleh ayah mereka;

mn129:45.6 demikian pula, para bhikkhu, para brahmana dan perumah tangga adalah disayangi dan disenangi oleh raja pemutar roda.

mn129:45.7 Pada suatu ketika di masa lampau, para bhikkhu, seorang raja pemutar roda pergi dengan bala tentaranya yang terdiri dari empat divisi ke taman kerajaan.

mn129:45.8 Kemudian, para bhikkhu, para brahmana dan perumah tangga mendekati raja pemutar roda itu dan berkata:

mn129:45.9 'Yang Mulia, berjalanlah perlahan-lahan agar kami dapat melihat Yang Mulia lebih lama.'

mn129:45.10 Dan raja pemutar roda itu, para bhikkhu, memerintahkan kusirnya:

mn129:45.11 ‘Berkendara perlahan, sais, agar aku dapat melihat para brahmana dan perumah tangga lebih lama!’

mn129:45.12 Para bhikkhu, raja pemutar roda memiliki kekuatan keempat ini.

mn129:45.13 Para bhikkhu, raja pemutar roda memiliki keempat kekuatan ini.

SUMBER TEKS
Indonesia · diterjemahkan dengan bantuan AI
English · Bhikkhu SujatoSumber ↗

Terjemahan Indonesia dibuat dengan bantuan AI oleh Bunbun.