
Buddha
Buddha mengajar para bhikkhu agar melihat konsekuensi moral dengan jelas dan tidak meremehkan akibat perbuatan.
Khotbah tentang Orang Bodoh dan Orang Bijaksana

Bālapaṇḍita Sutta membandingkan orang bodoh dan orang bijaksana. Dengan gambaran yang kuat, sutta ini mengingatkan bahwa pilihan hidup membentuk arah penderitaan atau kebahagiaan.

Buddha mengajar para bhikkhu agar melihat konsekuensi moral dengan jelas dan tidak meremehkan akibat perbuatan.
Buddha mengajar para bhikkhu agar melihat konsekuensi moral dengan jelas dan tidak meremehkan akibat perbuatan.
Latar pembabaran berada di Sāvatthī, tempat banyak ajaran tentang kamma dan latihan moral disampaikan.
Kebodohan membawa penderitaan karena salah melihat akibat, sedangkan kebijaksanaan memilih jalan yang membawa keselamatan.
mn129:41.1 Selanjutnya, para bhikkhu, pada raja pemutar roda, harta karun panglima muncul.
mn129:41.2 Ia cerdik, cakap, bijaksana, dan mampu dalam hal siapa yang seharusnya dihadapkan kepada raja, siapa yang seharusnya disuruh pergi, dan siapa yang seharusnya dipertahankan di sisi raja.
mn129:41.3 Ia mendekati raja pemutar roda dan berkata demikian:
mn129:41.4 ‘Tenanglah, Baginda. Aku akan memberikan petunjuk.’
mn129:41.5 Demikianlah, para bhikkhu, permata panglima yang muncul pada raja pemutar roda.
mn129:41.6 Para bhikkhu, raja pemutar roda memiliki tujuh permata ini.
Terjemahan Indonesia dibuat dengan bantuan AI oleh Bunbun.