mn129:35.1 Kemudian, para bhikkhu, raja khattiya yang telah dinobatkan itu, dengan tangan kirinya memegang kendi upacara, dan dengan tangan kanannya memercikkan air ke arah permata roda, sambil berkata:
mn129:35.2 ‘Berputarlah, O permata roda! Menaklukkanlah, O permata roda!’
mn129:35.3 Kemudian, para bhikkhu, permata roda itu bergerak menuju arah timur. Dan raja pemutar roda pun mengikutinya bersama dengan bala tentaranya yang terdiri dari empat angkatan. Di wilayah mana pun, para bhikkhu, permata roda itu berhenti, di situlah raja pemutar roda berdiam bersama dengan bala tentaranya yang terdiri dari empat angkatan itu.
mn129:35.4 Dan semua raja-raja yang menentang di arah timur itu, para bhikkhu, mendatangi raja pemutar roda dan berkata demikian:
mn129:35.5 ‘Marilah, Baginda Raja Agung. Selamat datang, Baginda Raja Agung. Kami ini milik Baginda, Baginda Raja Agung. Perintahlah kami, Baginda Raja Agung.’
mn129:35.6 Raja pemutar roda berkata,
mn129:35.7 ‘Makhluk hidup tidak boleh dibunuh, apa yang tidak diberikan tidak boleh diambil, perbuatan salah dalam hal nafsu tidak boleh dilakukan, kebohongan tidak boleh diucapkan, minuman keras tidak boleh diminum, dan nikmatilah apa yang telah menjadi kebiasaanmu.’
mn129:35.8 Dan dengan demikian, para bhikkhu, raja-raja lawan di penjuru timur menjadi pengikut setia raja pemutar roda.
mn129:35.9 Kemudian, para bhikkhu, permata roda itu, setelah menyelam ke samudra timur dan muncul kembali, bergulir menuju penjuru selatan …
mn129:35.10 Setelah menyelam ke samudra selatan dan muncul kembali, ia bergulir menuju penjuru barat …
mn129:35.11 Setelah menyelam ke samudra barat dan muncul kembali, roda itu bergulir menuju arah utara, diikuti oleh raja beserta bala tentaranya yang terdiri dari empat angkatan. Di wilayah mana pun, para bhikkhu, roda permata itu berhenti, di situlah raja pemutar roda berdiam bersama bala tentaranya yang terdiri dari empat angkatan.
mn129:35.12 Dan para raja lawan di arah utara, para bhikkhu, mendatangi raja pemutar roda dan berkata:
mn129:35.13 ‘Marilah, Maharaja. Selamat datang, Maharaja. Kami milik Tuanku, Maharaja. Perintahlah kami, Maharaja.’
mn129:35.14 Raja pemutar roda itu berkata:
mn129:35.15 ‘Jangan membunuh makhluk hidup. Jangan mengambil yang tidak diberikan. Jangan berbuat salah dalam hal nafsu. Jangan berbohong. Jangan meminum minuman keras. Nikmatilah apa yang telah menjadi kebiasaanmu.’
mn129:35.16 Dan sungguh, para bhikkhu, raja-raja yang menentang di penjuru timur menjadi tunduk kepada raja pemutar roda itu.
mn129:35.17 Kemudian, para bhikkhu, permata roda itu, setelah menaklukkan bumi yang dikelilingi samudra, kembali ke ibu kota kerajaan. Di sana ia berdiri diam di gerbang istana raja pemutar roda itu, seolah-olah terpaku pada porosnya, menerangi gerbang istana raja pemutar roda itu.
mn129:35.18 Demikianlah, para bhikkhu, permata roda yang muncul pada raja pemutar roda.