mn129:28.1 Akan tetapi, para bhikkhu, karena seorang bijaksana berpikir dengan baik, berbicara dengan baik, dan bertindak dengan baik, maka orang-orang bijaksana mengenalnya:
mn129:28.2 ‘Yang mulia ini adalah seorang bijaksana, seorang yang baik.’
mn129:28.3 Dan orang bijaksana itu, para bhikkhu, mengalami tiga jenis kesenangan dan kegembiraan dalam kehidupan ini juga.
mn129:28.4 Para bhikkhu, jika seorang yang bijaksana sedang duduk di balai pertemuan, atau duduk di jalan, atau duduk di persimpangan,
mn129:28.5 dan di sana orang-orang membicarakan pembicaraan yang sesuai dan layak mengenai hal itu.
mn129:28.6 Dan jika, para bhikkhu, orang bijaksana itu menghindari pembunuhan makhluk hidup, menghindari mengambil yang tidak diberikan, menghindari perbuatan seksual yang salah, menghindari ucapan dusta, dan menghindari minuman keras, anggur, dan minuman memabukkan yang menjadi landasan kelengahan;
mn129:28.7 Kemudian, para bhikkhu, orang bijaksana itu berpikir:
mn129:28.8 ‘Apa yang orang-orang bicarakan sebagai pembicaraan yang pantas dan layak;
mn129:28.9 hal-hal baik itu memang ada padaku, dan aku terlihat memiliki kualitas-kualitas tersebut.’
mn129:28.10 Inilah, para bhikkhu, kebahagiaan dan kegembiraan pertama yang dirasakan oleh orang bijaksana dalam kehidupan ini juga.