
Buddha
Buddha mengajar para bhikkhu agar melihat konsekuensi moral dengan jelas dan tidak meremehkan akibat perbuatan.
Khotbah tentang Orang Bodoh dan Orang Bijaksana

Bālapaṇḍita Sutta membandingkan orang bodoh dan orang bijaksana. Dengan gambaran yang kuat, sutta ini mengingatkan bahwa pilihan hidup membentuk arah penderitaan atau kebahagiaan.

Buddha mengajar para bhikkhu agar melihat konsekuensi moral dengan jelas dan tidak meremehkan akibat perbuatan.
Buddha mengajar para bhikkhu agar melihat konsekuensi moral dengan jelas dan tidak meremehkan akibat perbuatan.
Latar pembabaran berada di Sāvatthī, tempat banyak ajaran tentang kamma dan latihan moral disampaikan.
Kebodohan membawa penderitaan karena salah melihat akibat, sedangkan kebijaksanaan memilih jalan yang membawa keselamatan.
mn129:48.1 And suppose that astute person, after a very long time, returned to the human realm.
mn129:48.2 They’d be reborn in a well-to-do family of aristocrats, brahmins, or householders—rich, affluent, and wealthy, with lots of gold and silver, lots of property and assets, and lots of money and grain.
mn129:48.3 And they’d be attractive, good-looking, lovely, of surpassing beauty. They’d get to have food, drink, clothes, and vehicles; garlands, fragrance, and makeup; and a bed, house, and lighting.
mn129:48.4 And they do good things by way of body, speech, and mind.
mn129:48.5 When their body breaks up, after death, they’re reborn in a good place, a heavenly realm.
Terjemahan Indonesia dibuat dengan bantuan AI oleh Bunbun.