
Buddha
Buddha mengajar para bhikkhu agar melihat konsekuensi moral dengan jelas dan tidak meremehkan akibat perbuatan.
Khotbah tentang Orang Bodoh dan Orang Bijaksana

Bālapaṇḍita Sutta membandingkan orang bodoh dan orang bijaksana. Dengan gambaran yang kuat, sutta ini mengingatkan bahwa pilihan hidup membentuk arah penderitaan atau kebahagiaan.

Buddha mengajar para bhikkhu agar melihat konsekuensi moral dengan jelas dan tidak meremehkan akibat perbuatan.
Buddha mengajar para bhikkhu agar melihat konsekuensi moral dengan jelas dan tidak meremehkan akibat perbuatan.
Latar pembabaran berada di Sāvatthī, tempat banyak ajaran tentang kamma dan latihan moral disampaikan.
Kebodohan membawa penderitaan karena salah melihat akibat, sedangkan kebijaksanaan memilih jalan yang membawa keselamatan.
mn129:47.1 Then the Buddha, picking up a stone the size of his palm, addressed the mendicants,
mn129:47.2 “What do you think, mendicants?
mn129:47.3 Which is bigger: the stone the size of my palm that I’ve picked up, or the Himalayas, the king of mountains?”
mn129:47.4 “Sir, the stone you’ve picked up is tiny. Compared to the Himalayas, it doesn’t count, it’s not worth a fraction, there’s no comparison.”
mn129:47.5 “In the same way, compared to the happiness of heaven, the pleasure and happiness experienced by a wheel-turning monarch due to those seven treasures and those four blessings doesn’t even count, it’s not even a fraction, there’s no comparison.
Terjemahan Indonesia dibuat dengan bantuan AI oleh Bunbun.