
Buddha
Buddha mengajar para bhikkhu agar melihat konsekuensi moral dengan jelas dan tidak meremehkan akibat perbuatan.
Khotbah tentang Orang Bodoh dan Orang Bijaksana

Bālapaṇḍita Sutta membandingkan orang bodoh dan orang bijaksana. Dengan gambaran yang kuat, sutta ini mengingatkan bahwa pilihan hidup membentuk arah penderitaan atau kebahagiaan.

Buddha mengajar para bhikkhu agar melihat konsekuensi moral dengan jelas dan tidak meremehkan akibat perbuatan.
Buddha mengajar para bhikkhu agar melihat konsekuensi moral dengan jelas dan tidak meremehkan akibat perbuatan.
Latar pembabaran berada di Sāvatthī, tempat banyak ajaran tentang kamma dan latihan moral disampaikan.
Kebodohan membawa penderitaan karena salah melihat akibat, sedangkan kebijaksanaan memilih jalan yang membawa keselamatan.
mn129:45.1 Furthermore, a wheel-turning monarch is as dear and beloved to the brahmins and householders
mn129:45.2 as a father is to his children.
mn129:45.4 And the brahmins and householders are as dear to the wheel-turning monarch
mn129:45.5 as children are to their father.
mn129:45.7 Once it so happened that a wheel-turning monarch went with his army of four divisions to visit a park.
mn129:45.8 Then the brahmins and householders went up to him and said,
mn129:45.9 ‘Slow down, Your Majesty, so we may see you longer!’
mn129:45.10 And the king addressed his charioteer,
mn129:45.11 ‘Drive slowly, charioteer, so I can see the brahmins and householders longer!’
mn129:45.12 This is the fourth blessing.
mn129:45.13 These are the four blessings possessed by a wheel-turning monarch.
Terjemahan Indonesia dibuat dengan bantuan AI oleh Bunbun.