
Buddha
Buddha mengajar para bhikkhu agar melihat konsekuensi moral dengan jelas dan tidak meremehkan akibat perbuatan.
Khotbah tentang Orang Bodoh dan Orang Bijaksana

Bālapaṇḍita Sutta membandingkan orang bodoh dan orang bijaksana. Dengan gambaran yang kuat, sutta ini mengingatkan bahwa pilihan hidup membentuk arah penderitaan atau kebahagiaan.

Buddha mengajar para bhikkhu agar melihat konsekuensi moral dengan jelas dan tidak meremehkan akibat perbuatan.
Buddha mengajar para bhikkhu agar melihat konsekuensi moral dengan jelas dan tidak meremehkan akibat perbuatan.
Latar pembabaran berada di Sāvatthī, tempat banyak ajaran tentang kamma dan latihan moral disampaikan.
Kebodohan membawa penderitaan karena salah melihat akibat, sedangkan kebijaksanaan memilih jalan yang membawa keselamatan.
Buddha membandingkan orang bodoh dan orang bijaksana melalui pikiran, ucapan dan tindakan mereka. Orang bodoh sudah menuai tekanan dalam kehidupan sekarang melalui ketakutan, hukuman dan penyesalan, lalu menghadapi akibat yang lebih berat setelah kematian; Buddha menggambarkan keadaan sengsara dengan perumpamaan yang keras untuk menekankan seriusnya perbuatan buruk. Orang bijaksana menjalani arah sebaliknya dan memperoleh ketenangan serta tujuan yang baik. Bahkan kemegahan seorang raja pemutar roda dipakai hanya sebagai pembanding untuk menunjukkan betapa besar buah dari kehidupan yang diarahkan dengan kebijaksanaan.
mn129:39.1 Next, the woman-treasure appears to the wheel-turning monarch.
mn129:39.2 She is attractive, good-looking, lovely, of surpassing beauty. She’s neither too tall nor too short; neither too thin nor too fat; neither too dark nor too light. She outdoes human beauty without reaching heavenly beauty.
mn129:39.3 And her touch is like a tuft of cotton-wool or kapok.
mn129:39.4 When it’s cool her limbs are warm, and when it’s warm her limbs are cool.
mn129:39.5 The fragrance of sandal floats from her body, and lotus from her mouth.
mn129:39.6 She gets up before the king and goes to bed after him, and is obliging, behaving nicely and speaking politely.
mn129:39.7 The woman-treasure does not betray the wheel-turning monarch even in thought, still less in deed.
mn129:39.8 Such is the woman-treasure who appears to the wheel-turning monarch.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.