Anuruddha
Anuruddha menjawab pertanyaan Pañcakaṅga si tukang kayu tentang perbedaan kualitas pembebasan batin.
Khotbah kepada Anuruddha

Anuruddha Sutta membahas perbedaan antara pembebasan batin yang tidak terbatas dan yang luhur. Melalui percakapan ini, pembaca diajak melihat luasnya pengembangan batin.
Anuruddha menjawab pertanyaan Pañcakaṅga si tukang kayu tentang perbedaan kualitas pembebasan batin.
Anuruddha menjawab pertanyaan Pañcakaṅga si tukang kayu tentang perbedaan kualitas pembebasan batin.
Latar sutta berada di sekitar Sāvatthī, dalam suasana tanya jawab antara murid utama dan umat perumah tangga.
Batin dapat dikembangkan melampaui batas sempit diri, menuju keadaan yang lapang, luhur, dan penuh kebeningan.
Anuruddha menjelaskan perbedaan antara pembebasan batin yang tak terbatas dan pembebasan batin yang luhur kepada Pañcakaṅga, seorang tukang kayu yang semula mengira keduanya sama. Pembebasan tak terbatas diterangkan melalui pemancaran cinta kasih, belas kasih, kegembiraan dan keseimbangan tanpa batas, sedangkan pembebasan luhur berkaitan dengan perluasan objek meditasi sampai batas tertentu. Percakapan kemudian bergerak pada perbedaan cahaya dan kemegahan para dewa, yang dihubungkan dengan kemurnian dan keluasan konsentrasi yang dikembangkan sebelumnya.
mn127:3.1 Then when the night had passed, Anuruddha robed up in the morning and, taking his bowl and robe, went to Pañcakaṅga’s home, where he sat down on the seat spread out.
mn127:3.2 Then Pañcakaṅga served and satisfied Anuruddha with his own hands with delicious fresh and cooked foods.
mn127:3.3 When Anuruddha had eaten and washed his hands and bowl, Pañcakaṅga took a low seat, sat to one side,
mn127:3.4 and said to him:
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.