‘Adalah suatu ketidakmungkinan, suatu kesempatan yang tidak ada, bahwa akibat yang tidak diinginkan, tidak disukai, tidak menyenangkan akan muncul dari perbuatan baik melalui jasmani, ucapan, dan pikiran—ini bukanlah suatu kemungkinan yang ada,’ demikian ia memahami.
Akan tetapi, adalah mungkin bahwa perbuatan baik melalui tubuh, ucapan, dan pikiran dapat menghasilkan akibat yang menyenangkan, diinginkan, dan menggembirakan—ini adalah suatu kemungkinan yang nyata,’ demikian ia memahami.
Ia memahami: ‘Tidaklah mungkin, tidak ada peluang, bahwa akibat dari perilaku baik melalui pikiran yang tidak diinginkan, tidak disukai, tidak menyenangkan akan muncul; hal ini tidak mungkin terjadi.’