‹
MN 115

Bahudhātukasutta

Khotbah tentang Banyak Unsur

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

Ilustrasi pendamping Majjhima Nikāya MN 115, dengan Bunbun dan kucingnya sebagai saksi
KENALI DUNIA MN 115

Tokoh, tempat, dan gagasan utamanya

Bahudhātuka Sutta mengajak pembaca melihat kenyataan melalui unsur, landasan indra, sebab-akibat, dan kemungkinan yang masuk akal. Ini adalah sutta tentang kejernihan memahami struktur pengalaman.

Potret Buddha
TOKOH

Buddha

Ānanda hadir sebagai murid yang menerima ajaran tentang keluasan pemahaman Dhamma.

Potret Ānanda
TOKOH

Ānanda

Ānanda hadir sebagai murid yang menerima ajaran tentang keluasan pemahaman Dhamma.

TEMPAT

Sāvatthī

Pembabaran berlangsung di lingkungan ajaran yang menekankan pemahaman sistematis terhadap pengalaman.

GAGASAN

Memahami sebab dan batas kemungkinan

Kebijaksanaan berarti mengetahui unsur-unsur pengalaman, hubungan sebab-akibat, dan mana yang mungkin atau tidak mungkin terjadi.

Visual pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

Sinopsis singkat

Buddha menjelaskan kepada para bhikkhu berbagai hal yang tidak mungkin dan mungkin terjadi bagi seseorang yang memiliki pandangan benar. Seorang siswa yang telah melihat Dhamma tidak mungkin menganggap sesuatu yang berkondisi sebagai kekal, sesuatu yang merupakan penderitaan sebagai kebahagiaan mutlak, atau apa yang bukan diri sebagai diri. Ia juga tidak mungkin melakukan sejumlah tindakan berat tertentu atau mencari guru lain sebagai perlindungan tertinggi. Daftar tersebut kemudian disejajarkan dengan apa yang mungkin dilakukan orang biasa yang belum memperoleh pandangan benar, memperlihatkan perubahan mendasar yang terjadi ketika pemahaman Dhamma telah menembus cara seseorang melihat dunia.

mn115:11.1 “But sir, how is a mendicant qualified to be called ‘skilled in dependent origination’?”

mn115:11.2 “It’s when a mendicant understands:

mn115:11.3 ‘When this exists, this comes to be; due to the arising of this, this arises.

mn115:11.4 When this doesn’t exist, this doesn’t come to be; due to the cessation of this, this ceases. That is:

mn115:11.5 ignorance is a requirement for choices.

mn115:11.6 Choices are a condition for consciousness.

mn115:11.7 Consciousness is a requirement for name and form.

mn115:11.8 Name and form are requirements for the six sense fields.

mn115:11.9 The six sense fields are requirements for contact.

mn115:11.13 Grasping is a requirement for continued existence.

mn115:11.14 Continued existence is a requirement for rebirth.

mn115:11.15 Rebirth is a requirement for old age and death, sorrow, lamentation, pain, sadness, and distress to come to be.

mn115:11.16 That is how this entire mass of suffering originates.

mn115:11.17 When ignorance fades away and ceases no residue left behind, choices cease.

mn115:11.19 When consciousness ceases, name and form cease.

mn115:11.20 When name and form cease, the six sense fields cease.

mn115:11.21 When the six sense fields cease, contact ceases.

mn115:11.25 When grasping ceases, continued existence ceases.

mn115:11.26 When continued existence ceases, rebirth ceases.

mn115:11.27 When rebirth ceases, old age and death, sorrow, lamentation, pain, sadness, and distress cease.

mn115:11.28 That is how this entire mass of suffering ceases.’

mn115:11.29 That’s how a mendicant is qualified to be called ‘skilled in dependent origination’.”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.