
Buddha
Buddha memberi prinsip utama, sementara Sāriputta menguraikan penerapannya dalam kehidupan latihan.
Sutta tentang Apa yang Harus dan Tidak Harus Dilatih

Sevitabbāsevitabba Sutta mengajarkan apa yang layak didekati dan apa yang sebaiknya dihindari. Sutta ini membantu pembaca menilai pilihan hidup dari akibatnya terhadap batin.

Buddha memberi prinsip utama, sementara Sāriputta menguraikan penerapannya dalam kehidupan latihan.

Buddha memberi prinsip utama, sementara Sāriputta menguraikan penerapannya dalam kehidupan latihan.
Latar pembabaran berada dalam komunitas yang sedang belajar memilah kebiasaan, pergaulan, dan keadaan batin.
Ukuran utama dalam memilih sesuatu adalah apakah ia menambah kualitas baik atau justru memperkuat kekotoran batin.
Buddha menjelaskan bahwa tidak semua hal patut dikembangkan hanya karena terasa menyenangkan, dan tidak semua hal harus ditinggalkan hanya karena terasa tidak menyenangkan. Tubuh, ucapan, pikiran, cara memperoleh sesuatu, persepsi, pandangan dan individualitas perlu dinilai dari akibatnya: apakah kualitas bermanfaat bertambah dan kualitas tidak bermanfaat berkurang, atau sebaliknya. Sāriputta kemudian menguraikan ajaran itu lebih rinci dengan contoh-contoh. Ukuran praktik menjadi sangat praktis—bukan selera pribadi, tetapi arah perubahan batin dan akibat yang ditimbulkan.
mn114:10.1 ‘I say that there are two acquisitions of views:
mn114:10.2 that which you should cultivate, and that which you should not cultivate.
mn114:10.3 And each of these is an acquisition of views.’
mn114:10.4 That’s what the Buddha said,
mn114:10.5 but why did he say it?
mn114:10.6 You should not cultivate the acquisition of views which causes unskillful qualities to grow while skillful qualities decline.
mn114:10.7 And you should cultivate the acquisition of views which causes unskillful qualities to decline while skillful qualities grow.
mn114:10.8 And what acquisition of views causes unskillful qualities to grow while skillful qualities decline?
mn114:10.9 It’s when someone has such a view:
mn114:10.10 ‘There’s no meaning in giving, sacrifice, or offerings. There’s no fruit or result of good and bad deeds. There’s no afterlife. There’s no such thing as mother and father, or beings that are reborn spontaneously. And there’s no ascetic or brahmin who is rightly comported and rightly practiced, and who describes the afterlife after realizing it with their own insight.’
mn114:10.11 That acquisition of views causes unskillful qualities to grow while skillful qualities decline.
mn114:10.12 And what acquisition of views causes unskillful qualities to decline while skillful qualities grow?
mn114:10.13 It’s when someone has such a view:
mn114:10.14 ‘There is meaning in giving, sacrifice, and offerings. There are fruits and results of good and bad deeds. There is an afterlife. There are such things as mother and father, and beings that are reborn spontaneously. And there are ascetics and brahmins who are rightly comported and rightly practiced, and who describe the afterlife after realizing it with their own insight.’
mn114:10.15 That acquisition of views causes unskillful qualities to decline while skillful qualities grow.
mn114:10.16 ‘I say that there are two acquisitions of views:
mn114:10.17 that which you should cultivate, and that which you should not cultivate.
mn114:10.18 And each of these is an acquisition of views.’
mn114:10.19 That’s what the Buddha said, and this is why he said it.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.