
Buddha
Buddha menasihati para bhikkhu tentang sikap batin yang benar ketika memiliki kelebihan dalam latihan.
Khotbah tentang Orang Sesungguhnya

Sappurisa Sutta membedakan orang sejati dan orang tidak sejati. Ukurannya bukan status, pencapaian, atau pengetahuan, tetapi bagaimana seseorang tidak menjadikan kelebihan sebagai alasan merendahkan orang lain.

Buddha menasihati para bhikkhu tentang sikap batin yang benar ketika memiliki kelebihan dalam latihan.
Buddha menasihati para bhikkhu tentang sikap batin yang benar ketika memiliki kelebihan dalam latihan.
Pembabaran berlangsung dalam suasana komunitas latihan yang rentan terhadap perbandingan dan kesombongan halus.
Kualitas sejati tampak ketika seseorang tidak memakai kebaikan, pengetahuan, atau pencapaian untuk membesarkan diri.
Buddha membandingkan orang yang tidak berintegritas dan orang yang berintegritas dalam setiap tahap kehidupan spiritual. Seseorang dapat membanggakan keluarga, ketenaran, pembelajaran, sila, praktik pertapaan, jhāna, bahkan pencapaian tanpa bentuk, lalu merendahkan mereka yang tidak memiliki hal serupa. Orang berintegritas memahami bahwa semua kualitas tersebut dikembangkan untuk pelepasan, bukan sebagai bahan membangun identitas. Semakin tinggi pencapaiannya, semakin sedikit alasan untuk meninggikan diri. Uraian bergerak sampai keadaan yang melampaui persepsi dan perasaan, menunjukkan bahwa integritas justru tampak dalam kemampuan tidak melekat pada keunggulan sendiri.
mn113:15.1 Puna caparaṁ, bhikkhave, asappuriso rukkhamūliko hoti.
mn113:15.2 So iti paṭisañcikkhati:
mn113:15.3 ‘ahaṁ khomhi rukkhamūliko, ime panaññe bhikkhū na rukkhamūlikā’ti.
mn113:15.4 So tena rukkhamūlikattena attānukkaṁseti, paraṁ vambheti.
mn113:15.5 Ayampi, bhikkhave, asappurisadhammo.
mn113:15.6 Sappuriso ca kho, bhikkhave, iti paṭisañcikkhati:
mn113:15.7 ‘na kho rukkhamūlikattena lobhadhammā vā parikkhayaṁ gacchanti, dosadhammā vā parikkhayaṁ gacchanti, mohadhammā vā parikkhayaṁ gacchanti.
mn113:15.8 No cepi rukkhamūliko hoti;
mn113:15.9 so ca hoti dhammānudhammappaṭipanno sāmīcippaṭipanno anudhammacārī, so tattha pujjo, so tattha pāsaṁso’ti.
mn113:15.10 So paṭipadaṁyeva antaraṁ karitvā tena rukkhamūlikattena nevattānukkaṁseti, na paraṁ vambheti.
mn113:15.11 Ayampi, bhikkhave, sappurisadhammo.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.