‹
MN 112

Chabbisodhanasutta

Khotbah tentang Penyucian Enam Aspek

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

Ilustrasi pendamping Majjhima Nikāya MN 112, dengan Bunbun dan kucingnya sebagai saksi
KENALI DUNIA MN 112

Tokoh, tempat, dan gagasan utamanya

Chabbisodhana Sutta membahas cara memeriksa pengakuan pencapaian spiritual dengan hati-hati. Fokusnya bukan mencurigai orang, tetapi menjaga agar Dhamma tidak dikaburkan oleh klaim yang belum matang.

Potret Buddha
TOKOH

Buddha

Buddha memberi pedoman kepada para bhikkhu agar penilaian terhadap pencapaian tidak dilakukan sembarangan.

TOKOH

Para bhikkhu

Buddha memberi pedoman kepada para bhikkhu agar penilaian terhadap pencapaian tidak dilakukan sembarangan.

TEMPAT

Sāvatthī

Sutta ini berlatar komunitas monastik yang membutuhkan standar jelas dalam menjaga kemurnian ajaran.

GAGASAN

Kejujuran batin

Pembebasan sejati terlihat dari pemahaman dan perilaku yang konsisten, bukan dari pengakuan semata.

Visual pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

Sinopsis singkat

Buddha memperingatkan para bhikkhu tentang bahaya menilai pencapaian orang lain dari apa yang mereka nyatakan. Seseorang mungkin mengaku mengetahui kelahiran telah berakhir, tetapi pernyataan itu perlu diperiksa dari cara ia berhubungan dengan hal-hal yang dapat membangkitkan keserakahan, kebencian dan kebodohan. Buddha menjelaskan bagaimana seorang yang benar-benar terbebas telah memahami enam landasan indra, pengalaman yang muncul melaluinya, dan kecenderungan batin yang biasanya tumbuh dari kontak. Ukuran pembebasan bukan kemegahan klaim, melainkan tidak adanya kondisi yang membuat batin kembali melekat.

mn112:5.1

Tassa, bhikkhave, bhikkhuno ‘sādhū’ti bhāsitaṁ abhinanditabbaṁ anumoditabbaṁ.

Para bhikkhu, ketika seorang bhikkhu berkata demikian, hendaknya kalian menyambut dan menyetujui ucapannya dengan berkata ‘Sādhu’ (baik).

mn112:5.2

‘Sādhū’ti bhāsitaṁ abhinanditvā anumoditvā uttariṁ pañho pucchitabbo.

Setelah menyambut dan menyetujui ucapannya dengan ‘Sādhu’, hendaknya kalian mengajukan pertanyaan lebih lanjut:

mn112:5.3

‘Pañcime, āvuso, upādānakkhandhā tena bhagavatā jānatā passatā arahatā sammāsambuddhena sammadakkhātā.

‘Sahabat, kelima kelompok unsur yang menjadi landasan kemelekatan ini telah dibabarkan dengan benar oleh Sang Bhagavā yang mengetahui, yang melihat, yang adalah Yang Maha Suci, yang telah mencapai Penerangan Sempurna.

mn112:5.5

Seyyathidaṁ—rūpupādānakkhandho, vedanupādānakkhandho, saññupādānakkhandho, saṅkhārupādānakkhandho, viññāṇupādānakkhandho—

Yaitu: kelompok unsur bentuk sebagai landasan kemelekatan, kelompok unsur perasaan sebagai landasan kemelekatan, kelompok unsur persepsi sebagai landasan kemelekatan, kelompok unsur bentukan-bentukan mental sebagai landasan kemelekatan, dan kelompok unsur kesadaran sebagai landasan kemelekatan.

mn112:5.6

ime kho, āvuso, pañcupādānakkhandhā tena bhagavatā jānatā passatā arahatā sammāsambuddhena sammadakkhātā.

Sahabat, kelima kelompok unsur kehidupan yang menjadi objek kemelekatan ini telah dibabarkan dengan benar oleh Bhagavā, yang mengetahui, yang melihat, yang adalah Arahant, yang tercerahkan sempurna.

mn112:5.7

Kathaṁ jānato panāyasmato, kathaṁ passato imesu pañcasu upādānakkhandhesu anupādāya āsavehi cittaṁ vimuttan’ti?

Bagaimanakah Yang Mulia mengetahui dan melihat sehingga terhadap kelima kelompok unsur kehidupan yang menjadi objek kemelekatan ini, batin terbebaskan dari kekotoran batin tanpa melekat?

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.