
Buddha
Guru yang menjelaskan lima kelompok unsur kehidupan dan cara melihatnya dengan benar.
Khotbah Panjang tentang Malam Bulan Purnama

Pada malam bulan purnama, seorang bhikkhu mengajukan pertanyaan tentang lima kelompok unsur kehidupan. Buddha menjelaskan bagaimana bentuk, perasaan, persepsi, bentukan, dan kesadaran harus dilihat sebagai bukan milik, bukan aku, dan bukan diri. Inilah Mahāpuṇṇama Sutta.

Guru yang menjelaskan lima kelompok unsur kehidupan dan cara melihatnya dengan benar.
Penanya yang membuka rangkaian pertanyaan tentang lima kelompok unsur kehidupan.
Kota tempat pembabaran pada malam bulan purnama ini berlangsung.
Bentuk, perasaan, persepsi, bentukan, dan kesadaran tidak layak dianggap sebagai aku atau milikku.
Pada malam bulan purnama, seorang bhikkhu mengajukan pertanyaan kepada Buddha tentang lima kelompok kemelekatan: apa akarnya, bagaimana kemelekatan berhubungan dengan kelompok-kelompok itu, dan bagaimana pandangan tentang diri muncul. Buddha menjelaskan bentuk, perasaan, persepsi, bentukan dan kesadaran serta bagaimana keinginan dan kemelekatan mengikat seseorang padanya. Ketika seorang bhikkhu salah menyimpulkan bahwa bila semuanya bukan diri maka tidak ada pelaku yang menerima akibat perbuatan, Buddha mengoreksi jalan pikir itu. Uraian diarahkan pada pengamatan setiap kelompok sebagai bukan milikku, bukan aku dan bukan diriku, sampai pelepasan menggantikan kemelekatan.
mn109:11.1 “But sir, how does substantialist view not come about?”
mn109:11.2 “It’s when a learned noble disciple has seen the noble ones, and is skilled and trained in the teaching of the noble ones. They’ve seen true persons, and are skilled and trained in the teaching of the true persons.
mn109:11.3 They don’t regard form as self, self as having form, form in self, or self in form.
mn109:11.4 They don’t regard feeling as self, self as having feeling, feeling in self, or self in feeling.
mn109:11.5 They don’t regard perception as self, self as having perception, perception in self, or self in perception.
mn109:11.6 They don’t regard choices as self, self as having choices, choices in self, or self in choices.
mn109:11.7 They don’t regard consciousness as self, self as having consciousness, consciousness in self, or self in consciousness.
mn109:11.8 That’s how substantialist view does not come about.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.