
Ānanda
Murid setia Buddha yang menjelaskan keadaan Sangha setelah wafatnya Sang Guru.
Gopakamoggallānasutta

Setelah wafatnya Buddha, Ānanda berdialog dengan brahmana Gopaka Moggallāna dan menteri Vassakāra. Mereka membahas apakah ada bhikkhu yang menggantikan Buddha dan bagaimana komunitas tetap berpegang pada Dhamma. Inilah Gopakamoggallāna Sutta.

Murid setia Buddha yang menjelaskan keadaan Sangha setelah wafatnya Sang Guru.
Brahmana yang bertanya apakah ada bhikkhu yang sepenuhnya menggantikan Buddha.
Menteri Magadha yang ikut dalam percakapan tentang kepemimpinan dan komunitas.
Kota Magadha tempat percakapan pasca-wafatnya Buddha ini berlangsung.
Sangha tidak bergantung pada satu pengganti pribadi; Dhamma dan Vinaya menjadi rujukan utama.
Tak lama setelah Buddha wafat, brahmana Gopaka Moggallāna bertanya kepada Ānanda apakah ada seorang bhikkhu yang dalam segala hal setara dengan Buddha. Ānanda menjawab tidak. Menteri Vassakāra kemudian bergabung dan menanyakan apakah Buddha menunjuk seorang penerus atau Saṅgha memilih pemimpin tunggal setelah beliau wafat. Ānanda kembali menjawab tidak: komunitas berlindung pada Dhamma dan Vinaya. Ia menjelaskan kualitas-kualitas yang membuat seorang bhikkhu dihormati—sila, pembelajaran, kepuasan, pencapaian meditasi dan pengetahuan pembebasan—sehingga otoritas setelah Buddha tidak dipusatkan pada seorang pengganti pribadi.
mn108:12.1 ayaṁ vo mamaccayena paṭisaraṇaṁ bhavissatīti yaṁ mayaṁ etarahi paṭipādeyyāmā’ti vadesi;
mn108:12.2 ‘atthi pana, bho ānanda, ekabhikkhupi saṅghena sammato, sambahulehi therehi bhikkhūhi ṭhapito—
mn108:12.3 ayaṁ no bhagavato accayena paṭisaraṇaṁ bhavissatīti yaṁ tumhe etarahi paṭipādeyyāthā’ti—
mn108:12.4 iti puṭṭho samāno ‘natthi kho, brāhmaṇa, ekabhikkhupi saṅghena sammato, sambahulehi therehi bhikkhūhi ṭhapito—
mn108:12.5 ayaṁ no bhagavato accayena paṭisaraṇaṁ bhavissatīti yaṁ mayaṁ etarahi paṭipādeyyāmā’ti vadesi;
mn108:12.6 ‘atthi nu kho, bho ānanda, ekabhikkhupi yaṁ tumhe etarahi sakkarotha garuṁ karotha mānetha pūjetha; sakkatvā garuṁ katvā upanissāya viharathā’ti—
mn108:12.7 iti puṭṭho samāno ‘natthi kho, brāhmaṇa, ekabhikkhupi yaṁ mayaṁ etarahi sakkaroma garuṁ karoma mānema pūjema; sakkatvā garuṁ katvā upanissāya viharāmā’ti vadesi.
mn108:12.8 Imassa pana, bho ānanda, bhāsitassa kathaṁ attho daṭṭhabbo”ti?
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.