‹
MN 108

Gopakamoggallānasutta

Gopakamoggallānasutta

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

Ilustrasi pendamping Majjhima Nikāya MN 108, dengan Bunbun dan kucingnya sebagai saksi
KENALI DUNIA MN 108

Tokoh, tempat, dan gagasan utamanya

Setelah wafatnya Buddha, Ānanda berdialog dengan brahmana Gopaka Moggallāna dan menteri Vassakāra. Mereka membahas apakah ada bhikkhu yang menggantikan Buddha dan bagaimana komunitas tetap berpegang pada Dhamma. Inilah Gopakamoggallāna Sutta.

Ānanda
TOKOH

Ānanda

Murid setia Buddha yang menjelaskan keadaan Sangha setelah wafatnya Sang Guru.

TOKOH

Gopaka Moggallāna

Brahmana yang bertanya apakah ada bhikkhu yang sepenuhnya menggantikan Buddha.

TOKOH

Vassakāra

Menteri Magadha yang ikut dalam percakapan tentang kepemimpinan dan komunitas.

TEMPAT

Rājagaha

Kota Magadha tempat percakapan pasca-wafatnya Buddha ini berlangsung.

GAGASAN

Dhamma sebagai pegangan setelah Buddha wafat

Sangha tidak bergantung pada satu pengganti pribadi; Dhamma dan Vinaya menjadi rujukan utama.

Visual pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

Sinopsis singkat

Tak lama setelah Buddha wafat, brahmana Gopaka Moggallāna bertanya kepada Ānanda apakah ada seorang bhikkhu yang dalam segala hal setara dengan Buddha. Ānanda menjawab tidak. Menteri Vassakāra kemudian bergabung dan menanyakan apakah Buddha menunjuk seorang penerus atau Saṅgha memilih pemimpin tunggal setelah beliau wafat. Ānanda kembali menjawab tidak: komunitas berlindung pada Dhamma dan Vinaya. Ia menjelaskan kualitas-kualitas yang membuat seorang bhikkhu dihormati—sila, pembelajaran, kepuasan, pencapaian meditasi dan pengetahuan pembebasan—sehingga otoritas setelah Buddha tidak dipusatkan pada seorang pengganti pribadi.

mn108:21.1 They recollect many kinds of past lives. That is: one, two, three, four, five, ten, twenty, thirty, forty, fifty, a hundred, a thousand, a hundred thousand rebirths; many eons of the world contracting, many eons of the world expanding, many eons of the world contracting and expanding. They remember: ‘There, I was named this, my clan was that, I looked like this, and that was my food. This was how I felt pleasure and pain, and that was how my life ended. When I passed away from that place I was reborn somewhere else. There, too, I was named this, my clan was that, I looked like this, and that was my food. This was how I felt pleasure and pain, and that was how my life ended. When I passed away from that place I was reborn here.’ And so they recollect their many kinds of past lives, with features and details.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.