
Buddha
Guru yang menjelaskan latihan sebagai proses bertahap, bukan lompatan mendadak.
Khotbah kepada Moggallāna Sang Akuntan

Brahmana Gaṇaka Moggallāna bertanya kepada Buddha apakah latihan dalam Dhamma memiliki urutan seperti ilmu berhitung. Buddha menjelaskan latihan bertahap dari disiplin dasar hingga pengembangan batin. Inilah Gaṇakamoggallāna Sutta.

Guru yang menjelaskan latihan sebagai proses bertahap, bukan lompatan mendadak.
Brahmana ahli hitung yang bertanya tentang urutan latihan dalam ajaran Buddha.
Wihara Timur di Sāvatthī, tempat dialog tentang latihan bertahap ini berlangsung.
Jalan Dhamma dibangun melalui sila, pengendalian indria, perhatian, kepuasan, meditasi, dan kebijaksanaan secara bertahap.
Brahmana Gaṇaka Moggallāna bertanya kepada Buddha apakah latihan dalam Dhamma berlangsung secara bertahap seperti pendidikan seorang ahli hitung. Buddha menjawab dengan menggambarkan urutan latihan: sila, penjagaan indra, batas dalam makan, kewaspadaan, perhatian penuh, mencari tempat sunyi, meninggalkan lima rintangan dan memasuki jhāna. Gaṇaka kemudian bertanya: bila jalan telah dijelaskan begitu jelas, apakah semua murid mencapai Nibbāna? Buddha menjawab dengan perumpamaan jalan menuju Rājagaha. Seseorang dapat memberikan petunjuk yang tepat, tetapi sebagian pelancong mengikuti jalan dan sebagian memilih arah yang salah. Tathāgata menunjukkan jalan; berjalan atau tidak tetap menjadi pekerjaan murid.
mn107:9.1 And they do so.
mn107:9.2 After the meal, they return from almsround, sit down cross-legged, set their body straight, and bring mindfulness to the present.
mn107:9.3 Giving up covetousness for the world, they meditate with a heart rid of covetousness, cleansing the mind of covetousness.
mn107:9.4 Giving up ill will and malevolence, they meditate with a mind rid of ill will, full of sympathy for all living beings, cleansing the mind of ill will.
mn107:9.5 Giving up dullness and drowsiness, they meditate with a mind rid of dullness and drowsiness, perceiving light, mindful and aware, cleansing the mind of dullness and drowsiness.
mn107:9.6 Giving up restlessness and remorse, they meditate without restlessness, their mind settled internally, cleansing the mind of restlessness and remorse.
mn107:9.7 Giving up doubt, they meditate having gone beyond doubt, not undecided about skillful qualities, cleansing the mind of doubt.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.