
Buddha
Guru yang menegaskan tujuan mengajar Dhamma dan cara menjaga kerukunan saat muncul perbedaan.
Kinti Sutta: Apakah Ini yang Kamu Pikirkan Tentang Aku?

Buddha menegaskan bahwa Dhamma diajarkan bukan untuk keuntungan, kehormatan, atau perdebatan, melainkan demi belas kasih dan pembebasan. Ia juga memberi pedoman saat terjadi perbedaan pendapat di antara para praktisi. Inilah Kinti Sutta.

Guru yang menegaskan tujuan mengajar Dhamma dan cara menjaga kerukunan saat muncul perbedaan.
Pendengar yang diingatkan agar tidak menjadikan Dhamma sebagai bahan perselisihan.
Daerah tempat Buddha menyampaikan pedoman ini kepada para bhikkhu.
Ajaran tidak seharusnya menjadi alat menang debat; ia dipakai untuk mengakhiri penderitaan dan menjaga latihan bersama.
Setelah Nigaṇṭha Nātaputta meninggal, para pengikutnya pecah dalam pertengkaran dan saling menyerang dengan kata-kata. Ānanda melihat bahaya yang sama dapat menimpa Saṅgha dan membicarakannya dengan Buddha. Buddha menjelaskan bahwa perselisihan mengenai kehidupan atau aturan kecil tidak selalu menghancurkan komunitas; yang jauh lebih berbahaya adalah pertengkaran mengenai jalan dan inti ajaran. Ia menguraikan enam akar perselisihan—seperti kemarahan, penghinaan, iri, tipu daya, keinginan buruk dan pandangan salah—serta cara penyelesaiannya. Saṅgha dijaga bukan hanya oleh aturan, tetapi oleh kualitas batin yang memungkinkan perbedaan diselesaikan tanpa merusak Dhamma.
mn103:2.1 “kinti vo, bhikkhave, mayi hoti:
mn103:2.2 ‘cīvarahetu vā samaṇo gotamo dhammaṁ deseti, piṇḍapātahetu vā samaṇo gotamo dhammaṁ deseti, senāsanahetu vā samaṇo gotamo dhammaṁ deseti, itibhavābhavahetu vā samaṇo gotamo dhammaṁ desetī’”ti?
mn103:2.3 “Na kho no, bhante, bhagavati evaṁ hoti:
mn103:2.4 ‘cīvarahetu vā samaṇo gotamo dhammaṁ deseti, piṇḍapātahetu vā samaṇo gotamo dhammaṁ deseti, senāsanahetu vā samaṇo gotamo dhammaṁ deseti, itibhavābhavahetu vā samaṇo gotamo dhammaṁ desetī’”ti.
mn103:2.5 “Na ca kira vo, bhikkhave, mayi evaṁ hoti:
mn103:2.6 ‘cīvarahetu vā samaṇo gotamo dhammaṁ deseti …pe…
mn103:2.7 itibhavābhavahetu vā samaṇo gotamo dhammaṁ desetī’ti;
mn103:2.8 atha kinti carahi vo, bhikkhave, mayi hotī”ti?
mn103:2.9 “Evaṁ kho no, bhante, bhagavati hoti:
mn103:2.10 ‘anukampako bhagavā hitesī;
mn103:2.11 anukampaṁ upādāya dhammaṁ desetī’”ti.
mn103:2.12 “Evañca kira vo, bhikkhave, mayi hoti:
mn103:2.13 ‘anukampako bhagavā hitesī;
mn103:2.14 anukampaṁ upādāya dhammaṁ desetī’ti.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.