‹
MN 103

Kintisutta

Kinti Sutta: Apakah Ini yang Kamu Pikirkan Tentang Aku?

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

Ilustrasi pendamping Majjhima Nikāya MN 103, dengan Bunbun dan kucingnya sebagai saksi
KENALI DUNIA MN 103

Tokoh, tempat, dan gagasan utamanya

Buddha menegaskan bahwa Dhamma diajarkan bukan untuk keuntungan, kehormatan, atau perdebatan, melainkan demi belas kasih dan pembebasan. Ia juga memberi pedoman saat terjadi perbedaan pendapat di antara para praktisi. Inilah Kinti Sutta.

Potret Buddha
TOKOH

Buddha

Guru yang menegaskan tujuan mengajar Dhamma dan cara menjaga kerukunan saat muncul perbedaan.

TOKOH

Para bhikkhu

Pendengar yang diingatkan agar tidak menjadikan Dhamma sebagai bahan perselisihan.

TEMPAT

Kusinārā

Daerah tempat Buddha menyampaikan pedoman ini kepada para bhikkhu.

GAGASAN

Dhamma diajarkan demi belas kasih

Ajaran tidak seharusnya menjadi alat menang debat; ia dipakai untuk mengakhiri penderitaan dan menjaga latihan bersama.

Visual pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

Sinopsis singkat

Setelah Nigaṇṭha Nātaputta meninggal, para pengikutnya pecah dalam pertengkaran dan saling menyerang dengan kata-kata. Ānanda melihat bahaya yang sama dapat menimpa Saṅgha dan membicarakannya dengan Buddha. Buddha menjelaskan bahwa perselisihan mengenai kehidupan atau aturan kecil tidak selalu menghancurkan komunitas; yang jauh lebih berbahaya adalah pertengkaran mengenai jalan dan inti ajaran. Ia menguraikan enam akar perselisihan—seperti kemarahan, penghinaan, iri, tipu daya, keinginan buruk dan pandangan salah—serta cara penyelesaiannya. Saṅgha dijaga bukan hanya oleh aturan, tetapi oleh kualitas batin yang memungkinkan perbedaan diselesaikan tanpa merusak Dhamma.

mn103:7.2 ‘Kedua Yang Mulia ini sebenarnya sepakat dalam makna, tetapi berbeda dalam ungkapan.’ Maka kalian sebaiknya mendekati bhikkhu yang kalian anggap paling mudah dinasihati dan berkata kepadanya:

mn103:7.3 ‘Para Yang Mulia sebenarnya sepakat dalam makna, tetapi berbeda dalam ungkapan.

mn103:7.4 Tetapi hendaknya para Yang Mulia mengetahui bahwa beginilah

mn103:7.5 kesepakatan dalam makna dan perbedaan dalam ungkapan itu terjadi.

mn103:7.6 Namun, ini hanyalah hal sepele, yaitu ungkapan.

mn103:7.7 Janganlah para Yang Mulia terlibat dalam perselisihan mengenai hal yang begitu sepele.’

mn103:7.8 Kemudian, di antara para bhikkhu yang berpihak pada kelompok lain, kalian sebaiknya mendekati bhikkhu yang mereka anggap paling mudah dinasihati dan berkata kepadanya:

mn103:7.9 ‘Para Yang Mulia sebenarnya sepakat dalam makna, tetapi berbeda dalam ungkapan.

mn103:7.10 Para Yang Mulia hendaknya mengetahui bahwa demikianlah

mn103:7.11 kesesuaian makna dan perbedaan ungkapan itu terjadi.

mn103:7.12 Akan tetapi, perihal ungkapan ini hanyalah perkara kecil.

mn103:7.13 Janganlah para Yang Mulia berselisih karena perkara yang begitu kecil.’

mn103:7.14 Demikianlah, apa yang telah diingat dengan baik harus diingat sebagai yang diingat dengan baik, dan apa yang telah diingat dengan keliru harus diingat sebagai yang diingat dengan keliru.

mn103:7.15 Setelah mengingat apa yang telah dipahami dengan baik sebagai dipahami dengan baik, dan apa yang tidak dipahami dengan baik sebagai tidak dipahami dengan baik, maka ajaran dan disiplin itu harus dibabarkan.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.