‹
MN 102

Pañcattayasutta

Khotbah tentang Lima dan Tiga

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

Ilustrasi pendamping Majjhima Nikāya MN 102, dengan Bunbun dan kucingnya sebagai saksi
KENALI DUNIA MN 102

Tokoh, tempat, dan gagasan utamanya

Buddha menelaah berbagai pandangan spekulatif tentang diri, dunia, dan nasib setelah kematian. Ia menunjukkan bagaimana pandangan-pandangan itu dibangun dari pengalaman terbatas dan tetap belum membawa pada pembebasan. Inilah Pañcattaya Sutta.

Potret Buddha
TOKOH

Buddha

Guru yang membedah pandangan-pandangan spekulatif tanpa terjebak di dalamnya.

TOKOH

Para petapa dan brahmana

Mewakili berbagai pandangan tentang diri, dunia, dan keadaan setelah kematian.

TEMPAT

Sāvatthī

Kawasan tempat banyak ajaran Majjhima Nikāya dibabarkan kepada para bhikkhu.

GAGASAN

Pandangan spekulatif bukan pembebasan

Bahkan pandangan yang halus tentang masa depan atau keadaan batin tetap tidak sama dengan lenyapnya kemelekatan.

Visual pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

Sinopsis singkat

Buddha menguraikan berbagai pandangan spekulatif mengenai masa depan dan diri: sebagian membayangkan diri tetap memiliki persepsi setelah kematian, sebagian tanpa persepsi, sebagian bukan berpersepsi maupun tidak, sementara yang lain mengajarkan pemusnahan atau Nibbāna di sini dan sekarang melalui keadaan tertentu. Alih-alih hanya membantah satu per satu, Buddha menunjukkan kondisi pengalaman yang membuat pandangan-pandangan itu muncul dan bagaimana keterikatan dapat bertahan bahkan pada pencapaian meditasi yang sangat halus. Jalan keluar tidak ditemukan dengan memilih spekulasi yang paling menarik, tetapi dengan memahami bentukan sebagai tidak kekal dan bergerak menuju pelepasan.

mn102:14.1

Santi, bhikkhave, eke samaṇabrāhmaṇā pubbantakappikā pubbantānudiṭṭhino pubbantaṁ ārabbha anekavihitāni adhivuttipadāni abhivadanti.

Para bhikkhu, ada sebagian petapa dan brahmana yang berspekulasi dan berteori tentang awal mula, yang menganut pandangan-pandangan tentang awal mula, dan mengemukakan berbagai macam pernyataan dogmatis mengenai awal mula.

mn102:14.2

‘Sassato attā ca loko ca, idameva saccaṁ moghamaññan’ti—

‘Diri dan kosmos adalah abadi; hanya ini yang benar, yang lain keliru’—

mn102:14.3

ittheke abhivadanti, ‘asassato attā ca loko ca, idameva saccaṁ moghamaññan’ti—

demikianlah sebagian orang menyatakan, ‘Diri dan kosmos tidak abadi; hanya ini yang benar, yang lain keliru’—

mn102:14.4

ittheke abhivadanti, ‘sassato ca asassato ca attā ca loko ca, idameva saccaṁ moghamaññan’ti—

demikianlah sebagian orang menyatakan, ‘Diri dan kosmos adalah abadi sekaligus tidak abadi; hanya ini yang benar, yang lain keliru’—

mn102:14.5

ittheke abhivadanti, ‘nevasassato nāsassato attā ca loko ca, idameva saccaṁ moghamaññan’ti—

demikianlah sebagian orang menyatakan, ‘Diri dan kosmos bukan abadi maupun tidak abadi; hanya ini yang benar, yang lain keliru’—

mn102:14.6

ittheke abhivadanti, ‘antavā attā ca loko ca, idameva saccaṁ moghamaññan’ti—

demikianlah sebagian orang menyatakan, ‘Diri dan kosmos terbatas; hanya ini yang benar, yang lain keliru’—

mn102:14.7

ittheke abhivadanti, ‘anantavā attā ca loko ca, idameva saccaṁ moghamaññan’ti—

Ada yang berpendapat, ‘Diri dan alam semesta tidak terbatas; hanya ini yang benar, yang lain keliru’—

mn102:14.8

ittheke abhivadanti, ‘antavā ca anantavā ca attā ca loko ca, idameva saccaṁ moghamaññan’ti—

Ada yang berpendapat, ‘Diri dan alam semesta terbatas sekaligus tidak terbatas; hanya ini yang benar, yang lain keliru’—

mn102:14.9

ittheke abhivadanti, ‘nevantavā nānantavā attā ca loko ca, idameva saccaṁ moghamaññan’ti—

Ada yang berpendapat, ‘Diri dan alam semesta bukan terbatas maupun tidak terbatas; hanya ini yang benar, yang lain keliru’—

mn102:14.10

ittheke abhivadanti, ‘ekattasaññī attā ca loko ca, idameva saccaṁ moghamaññan’ti—

Ada yang berpendapat, ‘Diri dan alam semesta memiliki persepsi kesatuan; hanya ini yang benar, yang lain keliru’—

mn102:14.11

ittheke abhivadanti, ‘nānattasaññī attā ca loko ca, idameva saccaṁ moghamaññan’ti—

Ada yang berpendapat, ‘Diri dan alam semesta memiliki persepsi keberagaman; hanya ini yang benar, yang lain keliru’—

mn102:14.12

ittheke abhivadanti, ‘parittasaññī attā ca loko ca, idameva saccaṁ moghamaññan’ti—

Ada yang menganut pandangan: ‘Diri dan dunia memiliki persepsi terbatas; hanya ini yang benar, selainnya keliru.’

mn102:14.13

ittheke abhivadanti, ‘appamāṇasaññī attā ca loko ca, idameva saccaṁ moghamaññan’ti—

Ada yang menganut pandangan: ‘Diri dan dunia memiliki persepsi tanpa batas; hanya ini yang benar, selainnya keliru.’

mn102:14.14

ittheke abhivadanti, ‘ekantasukhī attā ca loko ca, idameva saccaṁ moghamaññan’ti—

Ada yang menganut pandangan: ‘Diri dan dunia sepenuhnya bahagia; hanya ini yang benar, selainnya keliru.’

mn102:14.15

ittheke abhivadanti, ‘ekantadukkhī attā ca loko ca, idameva saccaṁ moghamaññan’ti—

Ada yang menganut pandangan: ‘Diri dan dunia sepenuhnya menderita; hanya ini yang benar, selainnya keliru.’

mn102:14.16

ittheke abhivadanti, ‘sukhadukkhī attā ca loko ca, idameva saccaṁ moghamaññan’ti—

Ada yang menganut pandangan: ‘Diri dan dunia mengalami bahagia dan menderita; hanya ini yang benar, selainnya keliru.’

mn102:14.17

ittheke abhivadanti, ‘adukkhamasukhī attā ca loko ca, idameva saccaṁ moghamaññan’ti—

Ada pula yang menyatakan, ‘Diri dan dunia ini tidak mengalami kebahagiaan maupun penderitaan. Hanya inilah kebenaran, selain itu sia-sia.’

mn102:14.18

ittheke abhivadanti.

Demikianlah sebagian dari mereka menyatakan.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.