MN 101

Devadahasutta

Khotbah di Devadaha

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

mn101:27.1

Puna caparaṁ, bhikkhave, bhikkhu iti paṭisañcikkhati:

Selanjutnya, para bhikkhu, seorang bhikkhu merenungkan demikian:

mn101:27.2

‘yathāsukhaṁ kho me viharato akusalā dhammā abhivaḍḍhanti, kusalā dhammā parihāyanti;

‘Ketika aku hidup sesukaku, kualitas-kualitas yang tidak terampil bertambah dan kualitas-kualitas yang terampil berkurang;

mn101:27.3

dukkhāya pana me attānaṁ padahato akusalā dhammā parihāyanti, kusalā dhammā abhivaḍḍhanti.

Tetapi ketika aku berusaha dengan penderitaan, kualitas-kualitas yang tidak terampil berkurang dan kualitas-kualitas yang terampil bertambah.

mn101:27.4

Yannūnāhaṁ dukkhāya attānaṁ padaheyyan’ti.

Mengapa aku tidak berusaha dengan penderitaan?’

mn101:27.5

So dukkhāya attānaṁ padahati.

Demikianlah ia berupaya demi penderitaan dirinya sendiri.

mn101:27.6

Tassa dukkhāya attānaṁ padahato akusalā dhammā parihāyanti kusalā dhammā abhivaḍḍhanti.

Dan ketika ia berupaya demi penderitaan dirinya sendiri, kualitas-kualitas yang tidak terampil berkurang dan kualitas-kualitas yang terampil bertambah.

mn101:27.7

So na aparena samayena dukkhāya attānaṁ padahati.

Setelah beberapa waktu, mereka tidak lagi berjuang dengan menyakitkan.

mn101:27.9

Yassa hi so, bhikkhave, bhikkhu atthāya dukkhāya attānaṁ padaheyya svāssa attho abhinipphanno hoti.

Karena, para bhikkhu, tujuan yang karenanya seorang bhikkhu berjuang dengan menyakitkan—tujuan itu telah tercapai baginya.

mn101:27.10

Tasmā na aparena samayena dukkhāya attānaṁ padahati.

Oleh karena itu, ia tidak lagi berupaya menyiksa dirinya sendiri dengan penderitaan di kemudian hari.

SUMBER TEKS
English · Bhikkhu SujatoSumber ↗