“Evameva kho, bhikkhave, bhikkhu na heva anaddhabhūtaṁ attānaṁ dukkhena addhabhāveti, dhammikañca sukhaṁ na pariccajati, tasmiñca sukhe anadhimucchito hoti.
“Demikian pula, para bhikkhu, seorang bhikkhu tidak menimbulkan penderitaan pada dirinya sendiri yang belum menderita, tidak meninggalkan kebahagiaan yang selayaknya, dan tidak terobsesi pada kebahagiaan itu.
‘imassa kho me dukkhanidānassa saṅkhāraṁ padahato saṅkhārappadhānā virāgo hoti, imassa pana me dukkhanidānassa ajjhupekkhato upekkhaṁ bhāvayato virāgo hotī’ti.
‘Ketika aku berupaya dengan tekun, aku menjadi tidak terikat pada sumber penderitaan ini. Tetapi ketika aku mengembangkan keseimbangan batin, aku menjadi tidak terikat pada sumber penderitaan yang lain itu.’
Bagi siapa pun yang, dengan berlatih keseimbangan batin terhadap sumber penderitaan itu, mengalami kebosanan, maka ia melatih keseimbangan batin terhadap hal itu.