Kathañca, bhikkhave, saphalo upakkamo hoti, saphalaṁ padhānaṁ?
Dan bagaimanakah, para bhikkhu, usaha itu membuahkan hasil, dan perjuangan itu membuahkan hasil?
Khotbah di Devadaha
Kathañca, bhikkhave, saphalo upakkamo hoti, saphalaṁ padhānaṁ?
Dan bagaimanakah, para bhikkhu, usaha itu membuahkan hasil, dan perjuangan itu membuahkan hasil?
Idha, bhikkhave, bhikkhu na heva anaddhabhūtaṁ attānaṁ dukkhena addhabhāveti, dhammikañca sukhaṁ na pariccajati, tasmiñca sukhe anadhimucchito hoti.
Di sini, para bhikkhu, seorang bhikkhu tidak menyiksa dirinya sendiri yang belum terbebas dengan penderitaan, dan ia tidak meninggalkan kebahagiaan yang selaras dengan Dhamma, serta ia tidak terobsesi pada kebahagiaan itu.
So evaṁ pajānāti:
Ia memahami demikian:
‘imassa kho me dukkhanidānassa saṅkhāraṁ padahato saṅkhārappadhānā virāgo hoti, imassa pana me dukkhanidānassa ajjhupekkhato upekkhaṁ bhāvayato virāgo hotī’ti.
‘Ketika aku berupaya dengan tekun, maka melalui upaya yang tekun itu terjadi peluruhan nafsu terhadap sumber penderitaan ini. Tetapi ketika aku mengembangkan keseimbangan batin terhadap sumber penderitaan yang lain ini, maka melalui pengembangan keseimbangan itu terjadi peluruhan nafsu.’
So yassa hi khvāssa dukkhanidānassa saṅkhāraṁ padahato saṅkhārappadhānā virāgo hoti, saṅkhāraṁ tattha padahati.
Maka bagi siapa yang, dengan berupaya pada pembentukan (saṅkhāra) terhadap sumber penderitaan itu, muncul kebosanan (virāga) melalui upaya pembentukan tersebut, maka ia berupaya pada pembentukan itu.
Yassa panassa dukkhanidānassa ajjhupekkhato upekkhaṁ bhāvayato virāgo hoti, upekkhaṁ tattha bhāveti.
Dan bagi siapa yang, dengan bersikap seimbang (upekkhā) terhadap sumber penderitaan itu, mengembangkan keseimbangan, lalu muncul kebosanan (virāga), maka ia mengembangkan keseimbangan itu.
Tassa tassa dukkhanidānassa saṅkhāraṁ padahato saṅkhārappadhānā virāgo hoti—
Dengan tekad kuat untuk mengatasi setiap sumber penderitaan itu, melalui upaya yang sungguh-sungguh, ia mencapai kebosanan terhadapnya—
evampissa taṁ dukkhaṁ nijjiṇṇaṁ hoti.
dan dengan demikian penderitaan itu menjadi terkikis habis.
Tassa tassa dukkhanidānassa ajjhupekkhato upekkhaṁ bhāvayato virāgo hoti—
Dengan mengembangkan keseimbangan batin terhadap sumber penderitaan yang lain itu, ia mencapai kebosanan terhadapnya—
evampissa taṁ dukkhaṁ nijjiṇṇaṁ hoti.
dan dengan demikian penderitaan itu terkikis habis.