MN 101

Devadahasutta

Khotbah di Devadaha

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

mn101:21.1

‘Iti kira, āvuso nigaṇṭhā, yamidaṁ kammaṁ diṭṭhadhammavedanīyaṁ taṁ upakkamena vā padhānena vā samparāyavedanīyaṁ hotūti alabbhametaṁ, yaṁ panidaṁ kammaṁ samparāyavedanīyaṁ taṁ upakkamena vā padhānena vā diṭṭhadhammavedanīyaṁ hotūti alabbhametaṁ, yamidaṁ kammaṁ sukhavedanīyaṁ taṁ upakkamena vā padhānena vā dukkhavedanīyaṁ hotūti alabbhametaṁ, yamidaṁ kammaṁ dukkhavedanīyaṁ taṁ upakkamena vā padhānena vā sukhavedanīyaṁ hotūti alabbhametaṁ, yamidaṁ kammaṁ paripakkavedanīyaṁ taṁ upakkamena vā padhānena vā aparipakkavedanīyaṁ hotūti alabbhametaṁ, yamidaṁ kammaṁ aparipakkavedanīyaṁ taṁ upakkamena vā padhānena vā paripakkavedanīyaṁ hotūti alabbhametaṁ, yamidaṁ kammaṁ bahuvedanīyaṁ taṁ upakkamena vā padhānena vā appavedanīyaṁ hotūti alabbhametaṁ, yamidaṁ kammaṁ appavedanīyaṁ taṁ upakkamena vā padhānena vā bahuvedanīyaṁ hotūti alabbhametaṁ, yamidaṁ kammaṁ savedanīyaṁ taṁ upakkamena vā padhānena vā avedanīyaṁ hotūti alabbhametaṁ, yamidaṁ kammaṁ avedanīyaṁ taṁ upakkamena vā padhānena vā savedanīyaṁ hotūti alabbhametaṁ;

‘Demikianlah, sahabat-sahabat para Nigaṇṭha, bahwa perbuatan yang akibatnya dapat dirasakan dalam kehidupan ini tidak dapat, melalui usaha atau ketekunan, menjadi akibat yang dirasakan di kehidupan mendatang; perbuatan yang akibatnya dirasakan di kehidupan mendatang tidak dapat, melalui usaha atau ketekunan, menjadi akibat yang dirasakan dalam kehidupan ini; perbuatan yang membawa akibat yang menyenangkan tidak dapat, melalui usaha atau ketekunan, menjadi akibat yang menyakitkan; perbuatan yang membawa akibat yang menyakitkan tidak dapat, melalui usaha atau ketekunan, menjadi akibat yang menyenangkan; perbuatan yang akibatnya telah matang tidak dapat, melalui usaha atau ketekunan, menjadi akibat yang belum matang; perbuatan yang akibatnya belum matang tidak dapat, melalui usaha atau ketekunan, menjadi akibat yang telah matang; perbuatan yang membawa banyak akibat tidak dapat, melalui usaha atau ketekunan, menjadi akibat yang sedikit; perbuatan yang membawa sedikit akibat tidak dapat, melalui usaha atau ketekunan, menjadi akibat yang banyak; perbuatan yang membawa akibat yang dapat dirasakan tidak dapat, melalui usaha atau ketekunan, menjadi akibat yang tidak dapat dirasakan; perbuatan yang tidak membawa akibat yang dapat dirasakan tidak dapat, melalui usaha atau ketekunan, menjadi akibat yang dapat dirasakan;’

mn101:21.2

evaṁ sante āyasmantānaṁ nigaṇṭhānaṁ aphalo upakkamo hoti, aphalaṁ padhānaṁ’.

‘Jika demikian, maka usaha dan ketekunan para Yang Mulia Nigaṇṭha adalah sia-sia.’

SUMBER TEKS
English · Bhikkhu SujatoSumber ↗