Tetapi karena, para mulia Nigaṇṭha, pada saat kalian melakukan usaha keras, kalian merasakan sakit yang menyakitkan dan tajam yang timbul karena usaha itu;
maka kalian sendiri, sambil merasakan sakit yang menyakitkan dan tajam yang timbul karena usaha kalian sendiri, karena ketidaktahuan, ketidakpahaman, dan kebingungan, menyalahartikannya sebagai:
karena tidak ada aliran ke masa depan, perbuatan berakhir; karena perbuatan berakhir, penderitaan berakhir; karena penderitaan berakhir, perasaan berakhir; karena perasaan berakhir, semua penderitaan akan habis.’”