MN 101

Devadahasutta

Khotbah di Devadaha

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

mn101:7.1 Misalnya, para sahabat Nigaṇṭha, seorang pria tertusuk anak panah yang dilumuri racun tebal,

mn101:7.2 dan karena luka akibat anak panah itu ia merasakan sakit yang menyiksa, tajam, dan pedih.

mn101:7.3 Maka sahabat-sahabatnya, kolega-koleganya, sanak saudara, dan kerabatnya akan mendatangkan seorang tabib ahli bedah untuk merawatnya.

mn101:7.4 Tabib ahli bedah itu akan membedah mulut luka dengan pisau bedah,

mn101:7.5 dan karena pembedahan mulut luka dengan pisau bedah itu, ia merasakan sakit yang menyiksa, tajam, dan pedih.

mn101:7.6 Tabib bedah itu akan mencari anak panah dengan alat pencari;

mn101:7.7 dan karena pencarian anak panah dengan alat pencari itu, ia akan merasakan sakit yang menyiksa, tajam, dan pedih.

mn101:7.8 Tabib bedah itu akan mencabut anak panah itu;

mn101:7.9 dan karena pencabutan anak panah itu, ia akan merasakan sakit yang menyiksa, tajam, dan pedih.

mn101:7.10 Tabib bedah itu akan mengoleskan obat perapi pada mulut luka;

mn101:7.11 dan karena pengolesan obat perapi pada mulut luka itu, ia akan merasakan sakit yang menyiksa, tajam, dan pedih.

mn101:7.12 Setelah beberapa waktu, luka itu akan sembuh dan kulitnya tumbuh kembali. Ia akan sehat, bahagia, mandiri, menguasai dirinya sendiri, dan dapat pergi ke mana pun ia suka.

mn101:7.14 “Dahulu aku tertusuk anak panah yang dilumuri racun tebal,

mn101:7.15 dan karena tertusuk anak panah itu, aku merasakan sakit yang menyiksa, tajam, dan pedih.

mn101:7.16 Sahabat-sahabatku, kerabat, dan sanak saudaraku mendatangkan seorang tabib bedah untuk merawatku.

mn101:7.17 Tabib bedah itu menyayat mulut lukaku dengan pisau;

mn101:7.18 dan karena penyayatan mulut luka dengan pisau itu, aku merasakan sakit yang menyiksa, tajam, dan pedih.

mn101:7.19 Tabib bedah itu mencari anak panah dengan alat pencari;

mn101:7.20 dan karena pencarian anak panah dengan alat pencari itu, aku merasakan sakit yang menyiksa, tajam, dan pedih.

mn101:7.21 Tabib bedah itu mencabut anak panah itu;

mn101:7.22 dan karena pencabutan anak panah itu, aku merasakan sakit yang menyiksa, tajam, dan pedih.

mn101:7.23 Tabib bedah itu mengoleskan obat perapi pada mulut lukaku;

mn101:7.24 dan karena pengolesan obat perapi pada mulut luka itu, aku merasakan sakit yang menyiksa, tajam, dan pedih.

mn101:7.25 Tetapi sekarang luka itu telah sembuh dan kulitnya tumbuh kembali. Aku sehat, bahagia, mandiri, menguasai diriku sendiri, dan dapat pergi ke mana pun aku suka.”

SUMBER TEKS
English · Bhikkhu SujatoSumber ↗