
Buddha
Guru yang menguji pandangan tentang karma lampau, tapa keras, dan jalan berakhirnya penderitaan.
Khotbah di Devadaha

Di Devadaha, Buddha membahas pandangan para Nigaṇṭha yang menekankan bahwa penderitaan sekarang terutama berasal dari perbuatan lampau dan harus dihabiskan melalui tapa keras. Buddha menilai pandangan itu tidak cukup dan menunjukkan jalan yang lebih jernih menuju berakhirnya penderitaan. Inilah Devadaha Sutta.

Guru yang menguji pandangan tentang karma lampau, tapa keras, dan jalan berakhirnya penderitaan.
Kelompok petapa Jain yang dijadikan contoh dalam pembahasan tentang penderitaan dan karma.
Kota Sakya tempat Buddha menyampaikan pembahasan ini kepada para bhikkhu.
Sutta ini menolak penyederhanaan bahwa penderitaan sekarang hanya akibat masa lalu; latihan harus dipahami melalui sebab, pilihan, dan pelepasan yang nyata.
mn101:42.1 Ketika pikirannya terkonsentrasi demikian—murni, jernih, tanpa cela, bebas dari kekotoran, lentur, siap bekerja, kokoh, dan mencapai ketidakgoyahan—ia mengarahkan pikirannya menuju pengetahuan tentang mengingat kehidupan-kehidupan lampau.
mn101:42.2 Ia mengingat berbagai macam kehidupan lampau, yaitu: satu kelahiran, dua kelahiran, tiga kelahiran, empat kelahiran, lima kelahiran, sepuluh kelahiran, dua puluh kelahiran, tiga puluh kelahiran, empat puluh kelahiran, lima puluh kelahiran, seratus kelahiran, seribu kelahiran, seratus ribu kelahiran; banyak kappa yang menyusut, banyak kappa yang mengembang, banyak kappa yang menyusut dan mengembang. Ia mengingat: ‘Di sana aku bernama demikian, berasal dari keluarga demikian, berpenampilan demikian, memakan makanan demikian, mengalami suka dan duka demikian, dan berakhir usia demikian. Setelah meninggal dunia dari sana, aku terlahir di tempat lain. Di sana pun aku bernama demikian, berasal dari keluarga demikian, berpenampilan demikian, memakan makanan demikian, mengalami suka dan duka demikian, dan berakhir usia demikian. Setelah meninggal dunia dari sana, aku terlahir di sini.’ Demikianlah ia mengingat berbagai macam kehidupan lampau beserta ciri-ciri dan perinciannya.
mn101:42.3 Demikian pula, para bhikkhu, usaha dan perjuangan itu membuahkan hasil.
Terjemahan Indonesia dibuat dengan bantuan AI oleh Bunbun.