MN 101

Devadahasutta

Khotbah di Devadaha

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

Ilustrasi pendamping Majjhima Nikāya MN 101, dengan Bunbun dan kucingnya sebagai saksi
KENALI DUNIA MN 101

Tokoh, tempat, dan gagasan utamanya

Khotbah di Devadaha adalah bagian dari Majjhima Nikāya. Bagian ini memberi pengantar singkat sebelum membaca: siapa yang perlu diperhatikan, latar ajaran, dan gagasan utama yang menjadi pintu masuk sutta ini.

RINGKASAN

Khotbah di Devadaha

Sutta ini dibaca sebagai percakapan atau pembabaran ajaran yang menuntun pembaca melihat persoalan batin secara lebih jernih sebelum masuk ke teks lengkap.

Potret Buddha
TOKOH

Buddha dan para pendengar

Tokoh utama umum dalam kelompok MN ini adalah Buddha sebagai guru, bersama para bhikkhu, penanya, atau pendengar yang muncul dalam pembukaan sutta.

TEMPAT

Latar pembabaran

Tempat mengikuti pembukaan masing-masing sutta. Bila suatu lokasi disebut dalam teks, bagian ini menjadi penanda awal untuk membayangkan suasana percakapan.

GAGASAN

Gagasan utama

Perhatikan persoalan yang dibuka di awal sutta, cara Buddha atau murid utama menjawabnya, lalu arah latihan yang ditunjukkan hingga akhir pembabaran.

Visual pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

mn101:32.1 Setelah meninggalkan keduniawian, ia menjalani latihan dan cara hidup para bhikkhu. Ia meninggalkan pembunuhan makhluk hidup, menjauhkan diri dari pembunuhan, dengan menyingkirkan tongkat dan pedang. Ia bersifat malu berbuat jahat, penuh belas kasih, dan hidup dengan simpati terhadap kesejahteraan semua makhluk hidup.

mn101:32.2 Ia meninggalkan pengambilan yang tidak diberikan, menjauhkan diri dari mengambil yang tidak diberikan. Ia hanya menerima apa yang diberikan dan mengharapkan hanya apa yang diberikan. Ia hidup dengan diri yang bersih, bebas dari pencurian.

mn101:32.3 Meninggalkan ketidak-sucian, ia menjadi suci, menjauhkan diri, berhenti dari perbuatan seks yang rendah.

mn101:32.4 Menghindari kebohongan, mereka menjauhi ucapan dusta, berkata benar, berpegang teguh pada kebenaran, jujur dan dapat diandalkan, tidak menipu dunia dengan kata-kata mereka.

mn101:32.5 Menghindari ucapan memecah belah, mereka menjauhi kata-kata yang memecah belah; apa yang didengar di sini tidak diceritakan di sana untuk memecah belah mereka, apa yang didengar di sana tidak diceritakan di sini untuk memecah belah mereka—demikianlah mereka mendamaikan yang terpecah, memperkuat yang bersatu, bergembira dalam kerukunan, menyukai kerukunan, bersukacita dalam kerukunan, dan mengucapkan kata-kata yang membawa kerukunan.

mn101:32.6 Ia meninggalkan ucapan kasar dan menghindari ucapan kasar. Ucapan yang diucapkannya adalah ucapan yang lembut, enak didengar, menyenangkan, menggugah hati, halus, disukai banyak orang, dan diterima banyak orang.

mn101:32.7 Ia meninggalkan omong kosong dan menghindari omong kosong. Ia berbicara pada waktu yang tepat, berbicara sesuai kenyataan, berbicara tentang hal yang bermanfaat, berbicara sesuai Dhamma, berbicara sesuai Vinaya. Ia mengucapkan kata-kata yang berharga, pada waktu yang tepat, dengan alasan yang jelas, ringkas, dan mengandung manfaat.

mn101:32.8 Ia menghindari merusak benih dan tanaman.

mn101:32.9 Ia makan satu kali sehari, tidak makan di malam hari, dan menghindari makanan di waktu yang salah.

mn101:32.10 Ia menghindari menyaksikan pertunjukan tari, nyanyian, dan musik.

mn101:32.11 Mereka menghindari penggunaan kalung bunga, wewangian, dan kosmetik untuk berdandan dan berhias.

mn101:32.12 Mereka menghindari tempat tidur yang tinggi dan mewah.

mn101:32.13 Mereka menghindari menerima emas dan perak,

mn101:32.16 Ia menghindari menerima perempuan dan gadis.

mn101:32.17 Ia menghindari menerima budak laki-laki dan budak perempuan.

mn101:32.20 Ia menghindari menerima gajah, sapi, kuda, dan kuda betina.

mn101:32.24 Menghindari kecurangan timbangan, kecurangan logam, dan kecurangan ukuran.

mn101:32.25 Menghindari penyuapan, penipuan, kecurangan, dan kemunafikan.

mn101:32.26 Ia menghindari mutilasi, pembunuhan, penculikan, perampokan, penjarahan, dan kekerasan.

SUMBER TEKS
Indonesia · diterjemahkan dengan bantuan AI
English · Bhikkhu SujatoSumber ↗

Terjemahan Indonesia dibuat dengan bantuan AI oleh Bunbun.