MN 101

Devadahasutta

Khotbah di Devadaha

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

mn101:29.1 Para bhikkhu, setelah anak panah pembuat busur dipanaskan dan diperam pada dua bara api, diluruskan, dan dibuat layak pakai, maka tidak lagi pada waktu yang lain pembuat panah itu memanaskan, memperam, meluruskan, dan menjadikannya layak pakai pada dua bara api.

mn101:29.3 Karena, para bhikkhu, tujuan apa pun yang menjadi alasan pembuat panah memanaskan, memperam, meluruskan, dan menjadikan anak panah itu layak pakai pada dua bara api—tujuan itu telah tercapai sepenuhnya.

mn101:29.4 Oleh karena itu, tidak lama kemudian, pembuat panah memanaskan anak panah di antara dua bara api, memanaskannya, meluruskannya, dan menjadikannya dapat digunakan.

mn101:29.5 Demikian pula, para bhikkhu, seorang bhikkhu merenungkan:

mn101:29.6 ‘Ketika aku hidup dengan senang hati, kualitas-kualitas yang tidak baik bertambah dan kualitas-kualitas yang baik berkurang;

mn101:29.7 tetapi ketika aku berusaha dengan penderitaan, kualitas-kualitas yang tidak baik berkurang dan kualitas-kualitas yang baik bertambah.

mn101:29.8 Mengapa aku tidak berusaha dengan penderitaan?’ …

mn101:29.9 Ia berupaya demi dirinya sendiri dalam penderitaan.

mn101:29.10 Bagi ia yang berupaya demi dirinya sendiri dalam penderitaan, kondisi-kondisi tidak bajik berkurang, dan kondisi-kondisi bajik bertambah.

mn101:29.11 Ia tidak lagi berjuang dengan penderitaan pada waktu yang lain.

mn101:29.13 Karena, para bhikkhu, tujuan apa pun yang menjadi alasan seorang bhikkhu berjuang dengan penderitaan, tujuan itu telah tercapai baginya.

mn101:29.14 Oleh karena itu, ia tidak lagi berjuang dengan penderitaan pada waktu yang lain.

mn101:29.15 Demikian pula, para bhikkhu, usaha itu membuahkan hasil, perjuangan itu membuahkan hasil.

SUMBER TEKS
Indonesia · diterjemahkan dengan bantuan AI
English · Bhikkhu SujatoSumber ↗

Terjemahan Indonesia dibuat dengan bantuan AI oleh Bunbun.