mn101:27.1 Selanjutnya, para bhikkhu, seorang bhikkhu merenungkan demikian:
mn101:27.2 ‘Ketika aku hidup sesukaku, kualitas-kualitas yang tidak terampil bertambah dan kualitas-kualitas yang terampil berkurang;
mn101:27.3 Tetapi ketika aku berusaha dengan penderitaan, kualitas-kualitas yang tidak terampil berkurang dan kualitas-kualitas yang terampil bertambah.
mn101:27.4 Mengapa aku tidak berusaha dengan penderitaan?’
mn101:27.5 Demikianlah ia berupaya demi penderitaan dirinya sendiri.
mn101:27.6 Dan ketika ia berupaya demi penderitaan dirinya sendiri, kualitas-kualitas yang tidak terampil berkurang dan kualitas-kualitas yang terampil bertambah.
mn101:27.7 Setelah beberapa waktu, mereka tidak lagi berjuang dengan menyakitkan.
mn101:27.8 Mengapa demikian?
mn101:27.9 Karena, para bhikkhu, tujuan yang karenanya seorang bhikkhu berjuang dengan menyakitkan—tujuan itu telah tercapai baginya.
mn101:27.10 Oleh karena itu, ia tidak lagi berupaya menyiksa dirinya sendiri dengan penderitaan di kemudian hari.