mn101:24.1 Misalkan, para bhikkhu, seorang laki-laki tergila-gila pada seorang perempuan, dengan pikiran terikat erat, berkeinginan kuat, dan berharap besar.
mn101:24.2 Kemudian ia melihat perempuan itu berdiri bersama laki-laki lain, bercakap-cakap, tertawa kecil, dan tertawa lepas.
mn101:24.3 Bagaimana menurut kalian, para bhikkhu,
mn101:24.4 apakah ketika laki-laki itu melihat perempuan tersebut bersama laki-laki lain, bercakap-cakap, tertawa kecil, dan tertawa lepas, akan muncul dalam dirinya kesedihan, ratapan, penderitaan, dukacita, dan keputusasaan?”
mn101:24.5 “Benar, Bhante.”
mn101:24.6 “Apakah sebabnya?”
mn101:24.7 “Karena pria itu, Bhante, tergila-gila pada wanita itu, dengan pikiran terikat, berkeinginan kuat, dan berharap besar.”
mn101:24.8 Oleh karena itu, ketika melihat wanita itu berdiri, berbicara, tertawa, dan bercanda dengan pria lain, maka akan timbul kesedihan, ratapan, penderitaan, dukacita, dan keputusasaan.”