
Buddha
Guru yang menjelaskan dasar pengetahuan-Nya melalui pengalaman langsung.
Khotbah kepada Saṅgārava
Brahmana Saṅgārava bertanya apakah para petapa mengaku mencapai pengetahuan karena tradisi, keyakinan, atau pengalaman langsung. Buddha menjelaskan tiga jenis guru dan menceritakan pencarian-Nya hingga menemukan pencerahan. Inilah Saṅgārava Sutta.

Guru yang menjelaskan dasar pengetahuan-Nya melalui pengalaman langsung.
Brahmana muda yang menguji sumber klaim pengetahuan para petapa.
Perempuan brahmana berbakti yang mendorong Saṅgārava menemui Buddha.
Desa tempat Buddha dan Saṅgārava berdialog.
Ajaran Buddha tidak hanya diwarisi atau dipercayai; ia berakar pada pencarian, latihan, dan realisasi langsung.
Brahmana Saṅgārava bertanya kepada Buddha tentang para petapa yang mengaku mencapai pengetahuan tinggi: apakah Buddha termasuk mereka yang hanya mengikuti tradisi, mereka yang memperoleh pengetahuan melalui keyakinan, atau mereka yang mengetahui sendiri. Buddha menjawab dengan menceritakan pencarian pribadinya. Ia meninggalkan kehidupan rumah tangga, belajar kepada Āḷāra Kālāma dan Uddaka Rāmaputta, lalu menjalani praktik keras yang tidak membawa tujuan. Setelah meninggalkan ekstrem tersebut, ia menemukan jalan meditasi yang menghasilkan tiga pengetahuan dan pencerahan. Dengan demikian klaim Buddha tidak didasarkan pada kitab turun-temurun atau kepercayaan kepada orang lain, tetapi pada pengalaman langsung.
mn100:42.1 Evaṁ vutte, saṅgāravo māṇavo bhagavantaṁ etadavoca:
mn100:42.2 “aṭṭhitavataṁ bhoto gotamassa padhānaṁ ahosi, sappurisavataṁ bhoto gotamassa padhānaṁ ahosi;
mn100:42.3 yathā taṁ arahato sammāsambuddhassa.
mn100:42.4 Kiṁ nu kho, bho gotama, atthi devā”ti?
mn100:42.5 “Ṭhānaso metaṁ, bhāradvāja, viditaṁ yadidaṁ—
mn100:42.6 adhidevā”ti.
mn100:42.7 “Kiṁ nu kho, bho gotama, ‘atthi devā’ti puṭṭho samāno ‘ṭhānaso metaṁ, bhāradvāja, viditaṁ yadidaṁ adhidevā’ti vadesi.
mn100:42.8 Nanu, bho gotama, evaṁ sante tucchā musā hotī”ti?
mn100:42.9 “‘Atthi devā’ti, bhāradvāja, puṭṭho samāno ‘atthi devā’ti yo vadeyya, ‘ṭhānaso me viditā’ti yo vadeyya;
mn100:42.10 atha khvettha viññunā purisena ekaṁsena niṭṭhaṁ gantabbaṁ yadidaṁ:
mn100:42.11 ‘atthi devā’”ti.
mn100:42.12 “Kissa pana me bhavaṁ gotamo ādikeneva na byākāsī”ti?
mn100:42.13 “Uccena sammataṁ kho etaṁ, bhāradvāja, lokasmiṁ yadidaṁ:
mn100:42.14 ‘atthi devā’”ti.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.