
Buddha
Guru yang menjelaskan dasar pengetahuan-Nya melalui pengalaman langsung.
Khotbah kepada Saṅgārava
Brahmana Saṅgārava bertanya apakah para petapa mengaku mencapai pengetahuan karena tradisi, keyakinan, atau pengalaman langsung. Buddha menjelaskan tiga jenis guru dan menceritakan pencarian-Nya hingga menemukan pencerahan. Inilah Saṅgārava Sutta.

Guru yang menjelaskan dasar pengetahuan-Nya melalui pengalaman langsung.
Brahmana muda yang menguji sumber klaim pengetahuan para petapa.
Perempuan brahmana berbakti yang mendorong Saṅgārava menemui Buddha.
Desa tempat Buddha dan Saṅgārava berdialog.
Ajaran Buddha tidak hanya diwarisi atau dipercayai; ia berakar pada pencarian, latihan, dan realisasi langsung.
mn100:36-38.1 Ketika pikiranku terkonsentrasi demikian—murni, jernih, tanpa cela, bebas dari kekotoran, lunak, siap bekerja, kokoh, dan mencapai ketidakbergetaran—aku mengarahkannya menuju pengetahuan tentang kematian dan kelahiran kembali makhluk-makhluk.
mn100:36-38.2 Dengan mata dewa yang murni dan melampaui kemampuan manusia, aku melihat makhluk-makhluk meninggal dunia dan terlahir kembali—yang hina dan yang mulia, yang rupawan dan yang buruk rupa, yang berada di alam bahagia maupun di alam sengsara. Aku memahami bagaimana makhluk-makhluk terlahir kembali sesuai dengan perbuatan mereka.
mn100:36-38.3 Ini, Bhāradvāja, adalah pengetahuan kedua yang kucapai pada jaga tengah malam.
mn100:36-38.4 Pengetahuan telah dicapai, ketidaktahuan telah dihilangkan, pengetahuan telah muncul; kegelapan telah dihilangkan, cahaya telah muncul, sebagaimana halnya bagi seorang meditator yang tekun, bersemangat, dan bertekad.
Terjemahan Indonesia dibuat dengan bantuan AI oleh Bunbun.