
Buddha
Guru yang menjelaskan dasar pengetahuan-Nya melalui pengalaman langsung.
Khotbah kepada Saṅgārava
Brahmana Saṅgārava bertanya apakah para petapa mengaku mencapai pengetahuan karena tradisi, keyakinan, atau pengalaman langsung. Buddha menjelaskan tiga jenis guru dan menceritakan pencarian-Nya hingga menemukan pencerahan. Inilah Saṅgārava Sutta.

Guru yang menjelaskan dasar pengetahuan-Nya melalui pengalaman langsung.
Brahmana muda yang menguji sumber klaim pengetahuan para petapa.
Perempuan brahmana berbakti yang mendorong Saṅgārava menemui Buddha.
Desa tempat Buddha dan Saṅgārava berdialog.
Ajaran Buddha tidak hanya diwarisi atau dipercayai; ia berakar pada pencarian, latihan, dan realisasi langsung.
Brahmana Saṅgārava bertanya kepada Buddha tentang para petapa yang mengaku mencapai pengetahuan tinggi: apakah Buddha termasuk mereka yang hanya mengikuti tradisi, mereka yang memperoleh pengetahuan melalui keyakinan, atau mereka yang mengetahui sendiri. Buddha menjawab dengan menceritakan pencarian pribadinya. Ia meninggalkan kehidupan rumah tangga, belajar kepada Āḷāra Kālāma dan Uddaka Rāmaputta, lalu menjalani praktik keras yang tidak membawa tujuan. Setelah meninggalkan ekstrem tersebut, ia menemukan jalan meditasi yang menghasilkan tiga pengetahuan dan pencerahan. Dengan demikian klaim Buddha tidak didasarkan pada kitab turun-temurun atau kepercayaan kepada orang lain, tetapi pada pengalaman langsung.
mn100:13.1 Maka aku, Bhāradvāja, yang mencari apa yang bermanfaat, yang mencari keadaan damai yang tertinggi dan mulia, berkelana secara bertahap di negeri Magadha, akhirnya tiba di Senānigama di Uruvelā.
mn100:13.2 Di sana aku melihat tanah yang menyenangkan, hutan yang indah, sungai yang mengalir jernih dengan tepian yang landai dan mempesona, serta di sekelilingnya terdapat desa tempat mengumpulkan dana makanan.
mn100:13.3 Kemudian, Bhāradvāja, aku berpikir:
mn100:13.4 ‘Sungguh indah tempat ini, wahai tuan, dan hutan ini menyenangkan, sungai yang mengalir jernih dengan tepian yang nyaman dan mempesona, serta di sekelilingnya terdapat desa untuk mencari dana makanan.
mn100:13.5 Ini sungguh layak bagi seorang putra keluarga yang menginginkan perjuangan untuk berjuang.’
mn100:13.6 Maka aku, Bhāradvāja, duduk tepat di sana, berpikir:
mn100:13.7 ‘Ini cukup untuk berjuang.’
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.